Gatot Dituding Tak Peduli Penanggulangan HIV AIDS
Tanggal: Wednesday, 05 September 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 04 September 2012

MEDAN: Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho dituding tak peduli terhadap penaggulangan HIV AIDS di Sumut, padahal penyakit mematikan tersebut saat ini sudah menjadi ‘momok’yang menakutkan, karena penderitanya terus bertambah.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan alot dalam rapat evaluasi program prioritas kegiatan yang dilaksanakan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Provinsi Sumut di Hotel Asean Medan, Senin (3/9).

Pada kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu, terungkap KPA sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengkoordinasikan penanggulangan HIV dan AIDS di Sumatera Utara, ternyata sama sekali tidak mendapat perhatian Gatot selaku orang nomor satu di daerah ini.

Bahkan beberapa kali surat yang dilayangkan Tim Sekretariat KPAP Sumut untuk beraudiensi dengan Gatot ternyata tidak pernah direspon. Akibatnya, program kerja tidak bisa terlaksana.

“KPA sendiri sebenarnya berharap bisa bertemu langsung dengan Pak Gatot untuk membahas tentang pentingnya program penanggulangan HIV dan AIDS di daerah ini dalam satu rapat koordinasi lintas sektor, di mana rapat tersebut langsung dipimpin Gubsu sebagai ketua. Soalnya, penanganan HIV dan AIDS tidak saja bagian tugas dari instansi kesehatan tapi semua lembaga ikut terlibat,” kata Sekretaris Pelaksana Harian KPAP Sumut, Drs Achmad Ramadhan MA.

Ironisnya lagi, kata dia anggaran untuk KPA juga tidak diperoleh dalam APBD 2012.“Terkait masalah ini, kita sudah bertemu dengan Komisi E DPRD Sumut. Mereka menyarankan kita memasukkan proposal anggaran agar dimintakan di PAPBD tahun ini. Proposal itu sudah kita masukkan, tapi belum ada jawaban. Kita harapkan, bisa terwujud sebagaimana janji dewan,” sebut Achmad Ramadhan MA.

Walaupun di sisi lain, Gatot juga sudah memberikan perhatian untuk KPAP dengan menerbitkan surat keputusan (SK) Pengurus Harian KPAP Sumut No.188.44/483/KPTS/2012 pada tanggal 24 Juli 2012, serta menerbitkan SK tentang Sekretariat KPAP Sumut di Jalan Veteran.

Namun menurut Achmad Ramadhan ini dirasa belum cukup mengingat kasus HIV dan AIDS di Sumatera Utara terus meningkat. Belum lagi, target tujuan pembangunan millennium (MDGs) yang memasukkan HIV dan AIDS sebagai salah satu skala prioritas yang harus dicapai. Salah satu target MDGs menurutnya bagaimana bisa memberikan pemahaman komprehensif tentang HIV dan AIDS bagi usia 15-24 tahun.

Sekretaris KPAP Sumut Drs H Shakira Zandi MSi dalam sambutan tertulisnya saat membuka kegiatan yang diwakili Ketua Pelaksana Harian KPAP Sumut Drs Ibnu Saud menyebutkan, evaluasi tersebut penting untuk menguatkan kelembagaan KPAP Sumut. Dengan begini, bisa diketahui aspek-aspek kelembagaan KPA yang sudah menunjukkan kategori maju, tetap atau malah mundur.

“Kita berharap monitoring dan bantuan teknis lembaga ini memberikan kontribusi positif untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang muncul dalam implementasi kegiatan dan program dalam rangka mencapai kelembagaan KPA yang baik,” ucapnya.

Rapat evaluasi kinerja kelembagaan KPAP Sumut difasilitasi Khalik Sidik dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Plt Kabid PMK DInkes Sumut, Sukarni dan sejumlah pengurus harian di antaranya, Eban Totonta Kaban, Dra Fachnita Fachruddin, Drs Jumsadi Damanik, Dr Umar Zein, dr Irwan Fachri SpKK, Fransisco Bangun SH MHB, Jeffry Sebayang dan lain-lain.(don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6850