Kepedulian Gubsu di KPA Jadi Pembahasan
Tanggal: Tuesday, 11 September 2012
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 11 September 2012

Medan - Kepedulian Gubernur Sumatera Utara terhadap kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) di daerah ini menjadi pembahasan alot dalam rapat evaluasi program prioritas kegiatan yang dilaksanakan KPA Provinsi Sumut di Hotel Asean Medan, Senin (3/9). Rapat digelar selama empat hari. Soalnya beberapa tahun belakangan ini, KPA sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengoordinasikan penanggulangan HIV dan AIDS di Sumatera Utara, ternyata belum mendapat tempat di mata Plt Gubsu Gatot Pujonugroho ST.

Terbukti, beberapa kali surat yang dilayangkan Tim Sekretariat KPAP Sumut untuk beraudiensi dengan Plt Gubsu Gatot Pujonugroho yang juga sebagai Ketua KPAP ternyata tidak pernah terwujud. Akibatnya, program kerja ikutannya tidak bisa dilaksanakan.

KPA sendiri sebenarnya berharap bisa bertemu langsung dengan KPA untuk membahas tentang pentingnya program penanggulangan HIV dan AIDS di daerah ini dalam satu rapat koordinasi lintas sektor, di mana rapat tersebut langsung dipimpin Gubsu sebagai ketua. Soalnya, penanganan HIV dan AIDS tidak saja bagian tugas dari instansi kesehatan tapi semua lembaga ikut terlibat.

Malah yang lebih parah lagi, Gatot sebagai pemimpin daerah ini tidak memberikan anggaran untuk KPAP dalam menjalankan programnya dalam APBD 2012. "Terkait masalah ini, kita sudah bertemu dengan Komisi E DPRD Sumut. Mereka menyarankan kita memasukkan proposal anggaran agar dimintakan di PAPBD tahun ini. Proposal itu sudah kita masukkan, tapi belum ada jawaban. Kita harapkan, bisa terwujud sebagaimana janji dewan," sebut Sekretaris Pelaksana Harian KPAP Sumut, Drs Achmad Ramadhan MA.

Walaupun di sisi lain, Gatot juga sudah memberikan perhatian untuk KPAP dengan menerbitkan surat keputusan (SK) Pengurus Harian KPAP Sumut No.188.44/483/KPTS/2012 pada tanggal 24 Juli 2012. Selain itu, Gubsu juga menerbitkan SK tentang Sekretariat KPAP Sumut di Jalan Veteran.

Belum cukup

Namun, kepedulian itu dirasa belum cukup mengingat kasus HIV dan AIDS di Sumatera Utara terus meningkat. Belum lagi, target tujuan pembangunan millennium (MDGs) yang memasukkan HIV dan AIDS sebagai salah satu skala prioritas yang harus dicapai.

Salah satu target MDGs, bagaimana bisa memberikan pemahaman komprehensif tentang HIV dan AIDS bagi usia 15-24 tahun. Setidaknya ada 3 jutaan dari 13 jutaan warga Sumut yang berusia tersebut. Sementara, untuk mencapai tujuan itu, tidak bisa hanya diserahkan kepada Dinas Kesehatan tapi juga Dinas Pendidikan. Soalnya, usia itu bagian dari umur sekolah, anak putus sekolah dan ibu muda.

Sekretaris KPAP Sumut Drs H Shakira Zandi MSi dalam sambutan tertulisnya saat membuka kegiatan yang diwakili Ketua Pelaksana Harian KPAP Sumut Drs Ibnu Saud menyebutkan, kegiatan evaluasi tersebut penting untuk menguatkan kelembagaan KPAP Sumut. Dengan begini, bisa diketahui aspek-aspek kelembagaan KPA yang sudah menunjukkan kategori maju, tetap atau malah mundur.

"Kita berharap monitoring dan bantuan teknis lembaga ini memberkan kontribusi positif untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang muncul dalam implementasi kegiatan dan program dalam rangka mencapai kelembagaan KPA yang baik," ucapnya.

Rapat evaluasi kinerja kelembagaan KPAP Sumut difasilitasi Khalik Sidik dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Plt Kabid PMK DInkes Sumut, Sukarni dan sejumlah pengurus harian di antaranya, Eban Totonta Kaban, Dra Fachnita Fachruddin, Drs Jumsadi Damanik, Dr Umar Zein, dr Irwan Fachri SpKK, Fransisco Bangun SH MHB, Jeffry Sebayang dan lain-lain.(nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6868