Cincin vagina MIV-150 jauhkan wanita dari HIV
Tanggal: Tuesday, 11 September 2012
Topik: HIV/AIDS


merdeka.com, 11 September 2012

Cincin vagina yang bisa mengeluarkan obat anti-HIV diklaim mampu menangkal penyebaran SHIV, berdasarkan sebuah penelitian.

Penelitian yang dilakukan oleh Population Council menemukan adanya potensi cincin vagina untuk melepaskan mikrobisida pada wanita.

Mikrobisida adalah senyawa yang dapat dilepaskan dalam vagina atau dubur untuk melindungi seseorang dari infeksi menular seksual, termasuk HIV.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa cincin vagina mampu dijadikan alat untuk mengirimkan senyawa pencegah HIV pada wanita," kata Naomi Rutenberg, wakil presiden dan direktur Population Council's HIV and AIDS Program.

"CIncin ini mampu memberikan obat anti-HIV untuk mencegah seseorang tertular infeksi," tambahnya, seperti dilansir oleh Times of India (10/09).

Penelitian ini mengamati kinerja cincin vagina yang mengandung obat anti-HIV dengan cincin vagina yang mengandung placebo pada kera. Setelah menggunakan cincin vagina tersebut, kera diberikan dosis virus HIV.

Cincin vagina yang mengandung MIV-150, yaitu pencegah transmisi immunodeficiency virus, diletakkan selama dua minggu hingga 24 jam sebelum kera diberikan virus HIV.

Hasilnya, MIV-150 EVA mampu memberikan perlindungan yang signifikan, meski dipasang dua minggu atau 24 jam sebelum terkena virus. Hanya dua dari 17 kera dengan MIV-150 EVA yang terkena infeksi, sementara 11 dari 16 kera dengan cincin vagina placebo terkena infeksi.

Namun, perlindungan tersebut hilang ketika cincin vagina dilepas sebelum terkena virus. Dalam hal ini, empat dari tujuh kera terkena virus.

"Ini berarti cincin vagina harus tetap digunakan untuk mencegah infeksi virus," kata Tom Zydowsky, ilmuwan pemimpin penelitian. "Kami juga menemukan bahwa seharusnya cincin tetap digunakan bahkan setelah terkena virus tersebut."

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6869