Bangsal Dahlia RSUD Cilacap Disalahgunakan
Tanggal: Monday, 17 September 2012
Topik: Narkoba


PRLM, 16 September 2012

CILACAP - Bangsal Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap Jateng ruang rawat inap khusus untuk narapidana yang ditahan di Nusakambangan kerap disalahgunakan untuk oleh para napinya sebagai ruang kencan.

"Kalau ketahuan kita pasti usir dan kita sudah beberapa kali mengusir perempuan dari bangsal Dahlia khusus untut rawat inap para napi," kata Direktur RSUD Cilacap Sugeng B Susanto Minggu (16/9).

Pengusiran dilakukan karena Bangsal Dahlia bukan tempat untuk "kencan" para napi, disamping itu untuk melindungi perempuan tadi dari penularan HIV/AIDS. "Sebab tidak sedikit napi di Nusakambangan adalah ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Sebab kita punya data semua napi ODHA," kata Sugeng terkait dengan penangkapan napi pidana mati Adam Wilson alias Abu di Ruang Dahlia oleh Badan Narkotia nasional (BNN) Jumat lalu dinihari.

Abu digrebeg BNN bersama dengan perempuan di Ruang VIP Dahlia. Petugas BNN menemukan banyak alat kontrasepsi bekas di tempat sampah dan meja. Ketika penyergapan dilakukan, dua petugas sipir sebenarnya sedang berjaga di depan kamar rawat inap terpidana. Mereka sepertinya tidak mempermasalahkan adanya perempuan dalam kamar terpidana.

Menurut Sugeng, pihaknya kerap tidak mengetahui jika mereka (napi) memasukkan perempuan di dalam ruangan. Sebenarnya yang mengetahui persis adanya perempuan yang keluar masuk adalah para sipir yang mengawal napi siang dan malam. Sebab yang memegang kunci ruangan bangsal Dahlia adalah sipir dan perawat.

Seperti diketahui atas permintaan dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, RSUD membangun khusus bangsal Dahlia sebagai tempat ruang rawat inap napi yang sakit. Khusus sebab semua jendela menggunakan pengaman jeruji besi. Ada dua ruang rawat inap Dahlia, salah satu ruang kelas VIP dengan tarif kamar 240 per hari. Yang lainnya ruang untuk napi tidak mampu.

"Untuk napi yang tidak mampu mendapat layanan dengan jamkesmas, akan menempati ruang Dahlia kelas 2 berisi enam tempat tidur. Sedang yang VIP untuk napi yang memiliki uang, semua biaya perawatan ditanggung sendiri," jelas Sugeng. (A-99/A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6881