Pengidap HIV/AIDS di Jakarta Barat Terus Meningkat
Tanggal: Wednesday, 19 September 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 19 September 2012

JAKARTA — Jumlah pengidap HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya di wilayah Jakarta Barat. Mayoritas yang mengidap penyakit tersebut adalah perempuan karena tertular saat berhubungan seks.

"Penyebaran penyakit ini enggak tentu. Tetapi, mayoritas memang tertular karena hubungan seks. Perempuan ini ditularkan oleh suami mereka," kata Sukarno, Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Barat, kepada Kompas.com, Selasa (18/9/2012).

Sukarno melanjutkan, penularan juga bisa saja diderita sejak lahir atau seks bebas. Di Jakarta Barat, daerah yang banyak mengidap HIV/AIDS berada di Kalideres dan Tamansari. Setiap tahunnya, jumlah penderita terus meningkat.

Sukarno menjelaskan, sejak tahun 2010 pengidap HIV berjumlah 590 jiwa. Sedangkan tahun 2011 meningkat menjadi 708 kasus yang mengidap virus mematikan tersebut. Pengidap juga banyak yang ditularkan dari penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Menurutnya, jumlah pengidap HIV tersebut merupakan perolehan dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pencegahan virus ini pun tergantung dari perilaku masyarakat, bagaimana cara mereka mengatasi penyakit ini dengan melaporkan atau memeriksakan kesehatan ke rumah sakit.

Sukarno mengungkapkan, pemerintah akan terus memperhatikan masyarakat yang terkena virus HIV/AIDS. Masyarakat yang sudah mengidap penyakit tersebut diharapkan bisa beraktivitas dengan normal dengan terus melaporkan kondisi kesehatannya. Selain itu, para pengidap penyakit tersebut bisa memberikan informasi untuk mencegah berkembangnya penyakit tersebut.

Kasi Pengendalian Masalah Kesehatan (PMKes) dr Irma mengatakan, pengidap AIDS memiliki risiko besar untuk menularkan virus kepada janin. Karena masalah itulah, penderita AIDS diharapkan tidak hamil.

Virus dapat diidap oleh keturunan pengidap AIDS. Selain itu, kata dr Irma, penyakit AIDS dapat mengurangi daya kekebalan tubuh manusia. Bagi pengidap HIV/AIDS tidak memiliki tanda-tanda yang menonjol. Tetapi, jika pengidap diserang penyakit lainnya, ia akan sulit sembuh, bahkan menyebabkan kematian karena tidak mempunyai daya tahan tubuh.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6892