Penderita HIV - AIDS Di Inhu Meningkat
Tanggal: Friday, 21 September 2012
Topik: HIV/AIDS


Masyrakat Inhu dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus AIDS. Mengingat, jumlah penderita di daerah tersebut terus meningkat.

Riauterkini, 20 September 2012

RENGAT--Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin hari menujukkan trend peningkatan. Hingga April 2012, Dinas Kesehatan Inhu mencatat terdapat 11 orang pengindap HIV dan 14 penderita AIDS. Kamis (20/9/12)

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Zainal Arifin didampingi Kabid P2LP, Evy Irma Junita kepada riauterkini.com di Pematang Reba mengatakan, dari jumlah tersebut, tiga penderita AIDS meninggal dunia. Bahkan saat ini satu pengidap HIV adalah anak berusia 3 tahun, 2 bulan. Diduga anak tersebut terinfeksi HIV sejak dalam kandungan ibunya yang saat ini sudah meninggal dunia.

“Yang paling memprihatinkan, latar belakang penderita HIV/AIDS tersebut sudah menyentuh semua kalangan, mulai dari pegawai negeri sipil, TNI-Polri, ibu rumah tangga, mahasiswa, tenaga profesional non medis, wiraswasta hingga sopir. Bahkan ibu rumah tangga menduduki peringkat ketiga,” ujarnya.

Menurut Zainal, penderita HIV/AIDS yang terdata tersebut diketahui setelah mereka berobat ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan darah. Namun Zainal meyakini masih banyak pengidap HIV/AIDS diluaran yang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi HIV. Sehingga sangat rentan untuk menularkan terhadap orang lain.

“Semua orang beresiko terinfeksi HIV dan terserang AIDS. Namun banyak yang tidak menyadarinya. Secara teori, seseorang yang terinfeksi HIV, daya tahan tubuh akan menurun setelah tiga bulan hingga satu tahun. Namun bisa juga diatas satu tahun, tergantung kekebalan tubuh masing-masing,” urainya.

Ditambahkan Zainal, penyebaran HIV/AIDS sangat rentan bagi pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian serta pelaku seks bebas. “Namun seks bebas dengan menggunakan pengaman seperti kondom juga tidak menjamin seseorang terhindar dari HIV/AIDS,” ungkapnya.

Untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Inhu, Dinas Kesehatan akan menggelar kegiatan kampanye dan talk show HIV/AIDS dengan melibatkan berbagai kalangan. Selain itu, akan dilaksanakan pelantikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Inhu dalam waktu dekat.

“Selain sosialisasi dampak dan cara penularan HIV/AIDS, juga akan melakukan pengambilan darah bagi masyarakat yang bersedia dilakukan pengujian, tetapi sifatnya hanya tahap awal saja, sebab untuk lengkapnya harus ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru,” ungkapnya.

Zainal juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal itu akan menyebabkan ODHA kehilangan kepercayaan diri dan menganggap hidup mereka tidak berarti. “Yang dibutuhkan adalah dorongan serta spirit agar mereka bisa tetap menjalani hidup dengan normal," jelasnya. *** (guh)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6897