Jatim Provinsi Beresiko Terkena Virus AIDS
Tanggal: Monday, 01 October 2012
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 26 September 2012

SURABAYA - Jatim ternyata menjadi salah satu provinsi dengan jumlah populasi berisiko tinggi terkena virus AIDS. Data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menunjukkan, hingga periode Juni 2012, kasus AIDS di Jatim secara kumulatif telah tembus 6.309 kasus.

Dari jumlah itu, ditemukan 3.310 orang pengguna narkoba suntikan (penasun) yang berada di delapan kabupaten/kota sedangkan di 30 kabupaten/kota lainnya masih belum terpetakan dan belum terjangkau.

Asisten III Bidang Kesejahteraan Masyarakat Setdaprov Jatim, Edi Purwinarto mengatakan, dalam dua tahun terakhir, data kasus tertinggi untuk penasun terdapat di Surabaya, Kota Malang dan Kabupaten Banyuwangi.

“Dengan tingginya mobilisasi penasun di daerah, membuat penyebaran kasus HIV/AIDS yang cukup signifikan di banyak kabupaten dan kota lainnya di Jatim,” ujarnya, Rabu (26/9/2012).

Selain masalah penasun, maraknya kasus penangkapan dan penyalahgunaan narkoba, kata Edi juga makin menambah inventarisasi permasalahan di lapangan yang harus segera ditindaklanjuti bersama oleh semua stakeholder terkait.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jatim, Otto Bambang Wahyudi menambahkan, untuk menekan meluasnya wabah AIDS, pihaknya telah minta kepada seluruh KPA di kabupaten/kota dan LSM yang peduli terhadap HIV/AIDS untuk mempertajam sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan dan penanggulangannya.

Selain itu, KPA Provinsi juga minta kepada KPA di kabupaten/kota dan LSM untuk mendata nama dan alamat penderita untuk memudahkan penanganan dan mencegah meluasnya wabah penyakit mematikan tersebut.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6923