Pemkab Probolinggo Dinilai Setengah Hati Urus Pasien HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 02 October 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 01 Oktober 2012

MALANG — Sebanyak 10 pasien yang positif HIV/AIDS asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (1/10/2012). Sebab, di Kabupaten Probolinggo tak ada rumah sakit yang memilik fasilitas memadai untuk pengobatan pasien HIV/AIDS.

Kesepuluh pasien yang dibawa ke RSSA Malang itu untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara rutin. "Hari ini, kami membawa 10 pasien untuk berobat ke RSSA Malang," kata Badrut Taman, Manajer Kasus Penanganan HIV/AIDS LSM Prolink Community, Kabupaten Probolinggo, Senin (1/9/2012).

Badrut menambahkan, dari pasien yang didampingi tersebut, seluruhnya memakai Surat Pernyataan Miskin (SPM).

Sebenarnya, kata dia, total pasien yang positif HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo sebanyak 240 orang. Jumlah itu merupakan hasil pendataan dari Januari hingga September 2012. "Itu total pasien yang kami tangani dan dampingi hingga proses pengobatan ke RSS Malang," ujarnya.

Menurut dia, 240 pasien itu berasal dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo. "Semua kecamatan ada pasiennya. Untuk yang dibawa kami hari ini ke RSSA dari empat kecamatan," katanya.

Ia mengemukakan, pasien HIV/AIDS yang didampinginya terkena penyakit mematikan itu karena mengonsumsi narkoba dan tertular dari orangtuanya. "Adapun dari total pasien yang kami dampingi, mayoritas dewasa. Anak-anak hanya tiga orang," jelas kepada Kompas.com saat ditemui di RSSA Malang.

Ditanya apakah ada perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk pasien HIV/AIDS, Badrut menyatakan, hanya setengah hati. "Karena belum ada perdanya. Dari pengurusan SPM saja, pasien harus biaya sendiri. Begitu juga biaya di RSSA Malang juga biaya sendiri," katanya tegas.

Badrut berharap kepedulian pemerintah terhadap pasien yang HIV/AIDS. "Karena untuk melakukan pengobatan, menjaga kekebalan tubuhnya, menggunakan biaya sendiri. Mereka juga dilindungi undang-undang. Mohon perhatian dari pemerintah daerah dan pusat," harapnya

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prolink Community terus mendampingi pengidap HIV/AIDS sejak awal 2012. Mereka ditangani hingga kekebalan tubuhnya memadai. "Pertama dilakukan tes fisik, konseling, tes darah, dan terakhir di tes kekebalan tubuh dan pengobatan secara kontinu," katanya.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6930