Ibu Rumah Tangga Makin Rentan Tertular HIV-AIDS
Tanggal: Tuesday, 02 October 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 01 Oktober 2012

BANDUNG - Potensi penularan HIV-AIDS di Kota Bandung terhadap ibu rumah tangga terus meningkat setiap tahun. Tren kenaikan itu terlihat signifikan selama enam tahun terakhir.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Koswara Songka menuturkan, prosentase temuan kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga meningkat hingga delapan persen sejak 2006. Enam tahun lalu, hanya 2 persen dari total kasus yang ditemukan merupakan ibu rumah tangga.

Jumlah tersebut meningkat tajam pada akhir 2010, ketika ditemukan bahwa jumlah ibu rumah tangga yang terdampak HIV-AIDS sebesar tujuh persen dari total kasus yang ditemukan saat itu, yaitu 2.200 penderita. "Jumlah itu bahkan meningkat lagi pada 2012, dimana ada 10,54 persen kasus yang terjadi merupakan ibu rumah tangga," ucap Songka, ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (1/10) pagi.

Menurut Songka, kasus penderita HIV-AIDS di Kota Bandung layaknya fenomena gunung es. "Yang sudah ditemukan saat ini baru sebagian kecilnya saja, sedangkan jumlah yang terpapar diprediksi jauh lebih besar daripada itu," tuturnya.

Hingga Agustus 2012, terdapat 2.819 penderita HIV-AIDS yang ditemukan di Kota Bandung. Jumlah tersebut masih berada di bawah nilai estimasi penderita HIV-AIDS yang ditetapkan Kemenkes pada 2009 sebanyak 3.781 orang. "Nilai estimasi terbaru akan dikeluarkan akhir 2012, kami memprediksi kenaikannya mencapai 20-30 persen," ujarnya. Hal itu disebabkan perilaku warga Kota Bandung yang berpotensi tinggi terpapar HIV-AIDS.

Dia mengatakan, adanya peningkatan tren penularan HIV-AIDS terhadap ibu rumah tangga awalnya diketahui dari anak yang terpapar. Sebelumnya, para ibu rumah tangga ini tidak menyadari kalau sudah terpapar HIV-AIDS. "Mayoritas baru tahu setelah anak mereka terus sakit-sakitan, dan kemudian diketahui sudah terpapar HIV-AIDS, baru setelah itu ibunya dites laboratorium dan diketahui sudah terpapar juga," tuturnya.

Songka mengakui, penyebaran HIV-AIDS di kalangan pengguna narkoba suntik masih menempati urutan pertama penularan. Akan tetapi, tingkat prevalensinya sudah menurun 25 persen dalam beberapa tahun terakhir karena banyak program yang difokuskan di sana. (A-175/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6932