BKKBN Diminta Prioritaskan Program HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 03 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 02 Oktober 2012

MEDAN: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara diharapkan juga memprioritaskan program penanggulangan HIV dan AIDS di daerah ini. Soalnya, program HIV dan AIDS juga bagian dari program bersama termasuk BKKBN.

“Kita berharap, BKKBN juga memprioritaskan program HIV dan AIDS selain tugasnya dalam pengendalian kependudukan dengan kontrasepsi,” sebut Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provsu, Drs Achmad Ramadan MAg saat berkunjung ke Kepala BKKBN Sumut, Senin (1/10).

Ramadan didampingi sejumlah anggota Pokja Advokasi KPA di antaranya Zulnaidi, M Yunan Siregar dan Khairuddin Arafat bertemu dengan Kepala BKKBN menjelaskan tentang keberadaan BKKBN sebagai salah satu anggota KPA. Untuk itu, wajar jika BKKBN memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang HIV dan AIDS.

Selain itu, Ramadan juga meminta kesediaan BKKBN untuk berbagi data dan program penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan. “Soalnya, eksistensi KPA itu dalam rangka mengkoordinasikan lintas sektor dalam program penanggulangan HIV dan AIDS di daerah ini. Selama ini, kekurangan kita lemahnya koordinasi lintas sektor. Akibatnya, program yang dibuat lintas sektor tidak terakumulasi dalam program di daerah,” ucapnya.

Menurut Ramadan, persoalan HIV dan AIDS menjadi prioritas Indonesia yang tertuang dalam tujuan pembangunan milenium (MDGs). Masalah ini, tidak saja dilihat dari sisi kesehatan tapi juga kesejahteran dalam keluarga.

Soalnya, HIV dan AIDS menelisik ke seluruh jaringan kehidupan. Jika salah seorang anggota keluarga terinfeksi, maka kesejahteraan keluarga menjadi terganggu. Sementara, semua tahu semua orang bisa terinfeksi. Bahkan, saat ini HIV dan AIDS sudah masuk ke dalam lingkungan keluarga. Tidak sedikit ibu hamil yang terinfeksi.

Malah, lanjutnya, dari data yang ada, sebagian besar orang dengan HIV dan AIDS (Odha) dari usia produktif dan remaja. Sebagaimana diketahui, usia produktif. Usia produktif tidak sajadari sisi ekonomi, tapi juga produktif untuk berumahtangga.

Kepala BKKBN Perwakilan Sumut drg Widwiono Mkes menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, masalah HIV dan AIDS juga bagian dari tugas BKKBN. Sejauh ini, mereka memiliki program trias kesehataran reproduksi remaja (KRR). Ketiganya termasuk soal seks bebas, narkoba dan HIV.

Realisasinya, kata Widwiono, mereka membuat program “Genre”, generasi berencana. “Hanya saja, programnya masih sebatas Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Kita sudah kembangkan program Genre ini. Belum lama ini kita launching di Binjai untuk tingkat pelajar dengan nama Genre Go to School. Dalam waktu dekat, akan kita kembangkan lagi di tingkat perguruan tinggi atau Genre Go to Campus,” ucapnya.

Dengan program Genre ini, lanjutnya, remaja diharapkan bisa merencanakan masa depannya menjadi lebih baik lagi, mulai dari lapangan pekerjaan yang dipilih hingga urusan bekeluarga. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6934