Penderita HIV/AIDS di Medan Didominasi Usia 25 34 Tahun
Tanggal: Wednesday, 03 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 03 Oktober 2012

MEDAN: Usia antara 25 – 34 tahun merupakan usia penderita HIV/AIDS yang paling produktif. Dari 3175 jumlah kumulatif penderita HIV/AIDS, sebanyak 1800 penderita berada di usia tersebut. Hal ini berdasarkan laporan kasus penderita virus yang mematikan itu di Kota Medan.

Menurut Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Medan, drg Irma Suryani, mengetakan, untuk Kota Medan sendiri, golongan wiraswata merupakan peringkat pertama terbanyak yang terinfeksi virus tersebut dengan jumlah 1165 penderita.

“Untuk golongan karyawan ada sebanyak 211 penderita dan golongan PNS/POLRI sebanyak 133 penderita,” kata Irma saat menyampaikan presentasenya, pada rapat koordinasi program TB/HIV, pada lintas sector dan lintas program, di Hotel Putar Mulia, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Medan, Selasa (2/10).

Selain itu, kecendrungan infeksi HIV/AIDS pada perempuan dan anak kian meningkat. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya untuk mencegah infeksi HIV pada perempuan, serta mencegah penularan HIV dari ibu hamil ke bayi. “Salahsatu pencegahannya yakni melalui program pencegahan penularan dari ibu ke anak atau dikenal dengan PMTCT,” ujar Irma.

Irma menyebutkan, di Medan sendiri ada sebanyak 395 kasus HIV/AIDS yang dialami ibu rumah tangga. “Resiko penularan HIV dari ibu ke bayi bisa dikurangi dari 25-45 persen menjadi 2 persen jika dilakukan pemberian obat ARV pada saat kehamilan dan persalinan. Kemudian, jika dilakukan operasi seksio sesarea dan pemberian susu formula bayi yang dilahirkan,” jelasnya.

Menurutnya, deteksi dini pada ibu hamil melalui Voluntary Conseling and Testing (VCT) itu penting. “Jika memang setelah dikonseling dan benar positif, nantinya petugas VCT akan memberikan pengetahuan kepada ibu hamil bagaimana cara pencegahan agar tidak tertular ke bayi yang dikandungnya,” timpalnya.

Sebelum mengakhiri, Irma menerangkan, HIV/AIDS sudah ada di Indonesia dan jumlahnya diperkirakan semakin meningkat dari tahun ke tahun. “Tanpa pencegahan yang efektif maka epidemi AIDS akan menjadi bencana nasional. Upaya pencegahan menjadi tanggungjawab kita semua,” harapnya. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6936