Dinkes Pacitan Awasi 14 Penderita HIV-AIDS
Tanggal: Friday, 05 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 04 Oktober 2012

Sebenarnya ada 16 orang dengan HIV-AIDS di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tapi dua di antaranya meninggal karena komplikasi penyakit yang dialaminya.

Dinas Kesehatan (Dineks) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terus mengawasi dan memantau perkembangan kesehatan 14 orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang berada di wilayah itu.

"Sebenarnya ada 16 ODHA baru yang terdeteksi, tapi dua di antaranya telah meninggal karena komplikasi penyakit yang dialaminya," kata Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Pacitan, Bambang Widjanarko, Kamis (4/10).

Sesuai kode etik kedokteran, Bambang enggan menyebut identitas maupun alamat para penderita dengan alasan melindungi privasi masing-masing ODHA.

Mereka bahkan diberi keleluasaan untuk berinteraksi dan beraktivitas laiknya warga lain yang kondisinya sehat.

Namun, Bambang memastikan perkembangan kesehatan mereka tetap terus akan dipantau, terutama melalui tenaga-tenaga medis yang ada di puskesmas kecamatan dan desa.

"Lagian mereka juga sudah punya kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin, terutama ke klinik VCT di RSUD dr Soedono, Madiun," katanya.

Bambang mengatakan, pihaknya aktif menelusuri asal-usul dan latar belakang setiap ODHA yang berhasil mereka identifikasi.

Hal serupa mereka lakukan saat ada penderita HIV-AIDS asal Pacitan yang meninggal dunia di RSUD dr Soedono, Madiun.

Rata-rata ODHA di Kabupaten Pacitan memiliki latar belakang merantau ke luar daerah. Mereka diduga tertular HIV-AIDS karena aktivitas hubungan seks bebas atau bergonta-ganti pasangan.

Dinkes mencatat, dari tahun 2005 sampai 2012 ada 60 orang dengan HIV-AIDS teridentifikasi. Dari jumlah itu, 36 orang penderita di antaranya meninggal dunia, sementara 24 lainnya masih hidup.

Sebagian besar ODHA menjalani rawat jalan di sejumlah rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan VCT, seperti RSUD dr Soedono di Madiun, RSUD dr Iskak di Tulungagung, RSUD dr Soetomo di Surabaya, maupun beberapa rumah sakit di Solo dan Yogyakarta.

Tak hanya menyerang orang dewasa, penyakit ini diketahui juga telah menular kepada kelompok risiko sebaya seperti ibu rumah tangga dan bayi.

"Kebanyakan mereka terserang saat merantau di luar kota. Mungkin disana suka "jajan". Begitu kondisinya memburuk baru pulang ke Pacitan," terang Bambang.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6940