Peduli HIV/AIDS, Waria Bagikan Kondom
Tanggal: Tuesday, 09 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 07 Oktober 2012

Pembagian kondom itu sudah dilakukan Ikatan Waria Provinsi Kep. Bangka Belitung secara reguler.

Ikatan Waria (IWA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara rutin membagikan kondom kepada seluruh anggotanya untuk mengantisipasi penularan penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).

"Alat kontrasepsi itu bantuan pemerintah pusat yang dibagikan secara gratis setiap waktu kepada anggota aktif yang terbiasa didup di jalanan, dengan harapan bisa digunakan untuk mengantispasi penyebaran penyakit HIV/AIDS yang marak belakangan ini," ujar Koordinator lapangan Iwa Babel, Topik di Pangkalpinang, hari ini, Minggu (7/10).

Maraknya pergaulan bebas saat ini sangat berpeluang penyebaran penyakit HIV/AIDS secara meluas di Babel, sehingga para waria sebagai kelompok sasaran yang sangat rentan terinfeksi penyakit mematikan itu merasa perlu membentuk wadah atau organisasi yang bisa membimbing dan membentengi pergaulan itu agar tidak sampai merusak masa depan anak bangsa.

Sebenarnya membagikan kondom kepada anggota waria itu bukan berarti melegalkan hubungan seks bebas. Tapi kondom tersebut dimaksudkan untuk menekan angka penularan penyakit HIV/AIDS di kalangan para waria dan tentunya juga masyarakat umum.

Selain itu saat membagikan kondom kalangan pengurus IWA selalu menekankan untuk mengurangi pergaulan bebas secara perlahan karena akan merusak moral dan masa depannya.

"Sampai saat ini para anggota IWA Babel yang terdata mencapai sekitar 150 orang dan mereka rata-rata sudah membawa alat kontrasepsi ketika bepergian dan ketika habis mereka selalu meminta kapan saja diperlukan atau minimal seminggu sekali," ujarnya .

Tanpa menjelaskan jumlah anggotanya yang sudah tertular HIV/AIDS tersebut, saat ini kesadaran para waria terhadap ancaman bahaya penyakit paling mematikan itu sudah semakin tinggi dan bahkan secara rutin mereka melakukan pemeriksaan kesehatannya.

Kesadaran mereka mulai tumbuh ketika ada beberapa teman-temannya yang terserang penyakit HIV dan bahkan sampai merenggut nyawanya.

"Ke depannya kami bersama dengan Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) untuk mengarahkan para anggota waria untuk meninggalkan pergaulan yang sangat tidak bermanfaat tersebut," ujarnya.

Untuk mengarahkan mereka semua memerlukan waktu dan bantuan dari masayarakat setempat untuk ikut serta mengawasi perkembangan mereka di masyarakat.

Dengan demikian cepat atau lambat mereka semua akan bisa berubah dan menjadi pribadi yang baik dan berguna bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6944