Enam PNS Positif Mengidap HIV
Tanggal: Tuesday, 09 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 07 Oktober 2012

Sebanyak enam orang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

"Sepanjang bulan September dan Oktober ini, kami menemukan lima kasus warga PPU terinfeksi HIV, sehingga saat ini total penderita HIV di Kabupaten PPU sebanyak 21 orang, yakni 15 pekerja swasta dan enam orang bekerja di pemerintahan dan berstatus PNS," kata Ketua Komunitas Peduli Aids (KPA) Plus PPU, Jody, hari ini, Minggu (7/10).

Rata-rata, penderita terinfeksi melalui hubungan seksual atau terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) dan diperkirakan mayoritas penyebaran HIV di wilayah PPU melalui hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

"Dari 21 penderita, 2 orang terinfeksi HIV karena pengguna narkoba jarum suntik (Penasun), 2 orang terjangkit melalui transfusi darah dan sisanya terinfeksi melalui seks bebas dengan berganti-ganti pasangan atau terkena IMS," jelas Jody.

Menurutnya, penyebaran HIV di wilayah PPU masih didominasi melalui jalur seksual. Dari pendataan yang dilakukan, ada beberapa wanita penjaja seks komersial sudah terinfeksi HIV dan pelanggan menggunakan jasa para penjaja seks komersial tersebut.

"HIV dapat menular dari hubungan seks, jika pasangannya sudah terinfeksi HIV. Apalagi tidak menggunakan pengaman saat melakukan hubungan seks," ujar Jody.

Selain itu, tambahnya, dengan masih beraktifitasnya lakolisasi liar di wilayah PPU, salah satunya di Maridan, Kecamatan Sepaku, juga merupakan daerah risiko tinggi (risti) penyebaran HIV di wilayah Penajam Paser Utara.

"Lokalisasi liar itu daerah risti penyebaran HIV, prediksi kami jumlah penderita HIV di PPU akan terus bertambah," ucap Jody.

Penanganan HIV/AIDS sangat kompleks, tidak dapat ditangani oleh satu instansi. Maka, dibutuhkan pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten PPU, yang beranggotakan sejumlah instansi terkait serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS.

"Dengan adanya KPA Kabupaten PPU, penanggulangan HIV/AIDS bisa dilakukan dengan maksimal, baik dengan sosialisasi, memberikan perawatan dan pengobatan maupun memberikan layanan dasar terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA)," kata Jody.

Ditambahkannya, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan program dan perhatian instansi terkait di pemerintahan. Sehingga informasi dan program terkait HIV/AIDS dapat diakses seluruh masyarakat.

"KPA Plus hanya mampu memberikan sosialisasi tentang HIV/AIDS saja," ujar Jody.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6945