Obat pencegah penularan HIV ditemukan?
Tanggal: Tuesday, 09 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Merdeka.com, 07 Oktober 2012

Penelitian di University of Montreal menemukan bahwa Methadone mampu mengurangi risiko penularan HIV melalui injeksi antar pasien.

Hal ini berdasarkan penelitian Dr Julie Bruneau dari CHUM Research Centre yang diterbitkan dalam British Medical Journal.

"Penelitian ini memberikan bukti kuat mengenai efek terapi menggunakan obat mehadone dengan penurunan risiko penularan HIV melalui injeksi," jelas Dr Bruneau, seperti dilansir oleh Science Daily (05/10).

Sejauh ini diketahui bahwa injeksi menjadi penyebab 5 - 10 persen infeksi HIV dan AIDS di seluruh dunia. Sementara Methadone dan buprenorphine merupakan obat utama yang digunakan untuk terapi bagi para penderita HIV dan AIDS.

Penelitian dilakukan dengan mengamati sembilan penelitian terkait penularan HIV pada pria usia 26 hingga 39 tahun sebanyak 23.608 orang.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa OST (terapi yang melibatkan obat methadone dan buprenorphine) mampu menurunkan risiko infeksi HIB hingga 54 persen.

Menurut peneliti, hasil penelitian ini menunjukkan sisi positif pengobatan HIV dan pencegahan penularannya melalui terapi yang melibatkan methadone. Namun, apa yang bisa terjadi jika obat penularan HIV benar-benar ditemukan.

Apakah kemunculan Methadone sebagai pencegah penularan HIV akan membuat para penderita HIV merasa aman untuk melakukan injeksi?

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6946