Pesantren Tampung Korban HIV/Aids
Tanggal: Wednesday, 10 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 09 Oktober 2012

JAKARTA - Penyakit HIV/Aids masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang menghantui masyarakat. Nahdlatul Ulama sebagai civil society keagamaan terbesar di Indonesia merasa terpanggil untuk ikut mengatasinya, melalui gerakan jihad melawan penularannya yang terus meluas.

"Hadist Rasulullah SAW berbunyi bukan umatku (Rasulullah) jika tidak peduli terhadap sesama. Atas dasar itu NU terpanggil untuk ikut serta mengatasi penularan HIV/Aids ini," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj, dalam konferensi pers seruan jihad NU terhadap HIV/Aids di Gedung PBNU, Selasa (9/10).

Kiai Said menegaskan, jihad melawan penularan HIV/Aids bukan sekedar selogan bagi PBNU dan seluruh Nahdliyin. Beberapa langkah konkrit sudah dilakukan, di antaranya dengan terus dikembangkannya 2 pondok pesantren yang khusus menampung pengidap HIV/Aids.

Langkah ini sendiri diilhami temuan kejadian di sejumlah daerah, salah satunya di Jakarta Utara, yaitu seorang guru mengaji yang secara mengejutkan divonis mengidap HIV/Aids meski menjalani kehidupan yang jauh dari kemungkinan tertular.

Sementara di Surabaya sempat ditemukan seorang anak dari keluarga muslim korban HIV/Aids yang terlantar. "Kami punya 2 pesantren yang khusus menangani pengidap HIV/Aids. Itu ada di Jambi dan Kalbar, dan akan terus dikembangkan," tegas Kiai Said.

Tenaga-tenaga ahli di Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) juga secara aktif melakukan pendampingan terhadap pengidap HIV/Aids, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat kategori resiko tinggi tertular. Langkah ini dinilai penting, mengingat pengidap HIV/Aids tidak hanya secara fisik saja mengalami penderitaan, tapi lebih dalam di kehidupan bermasyarakatnya

"Kami memiliki tenaga ahli yang tersebar di 21 provinsi yang bertugas mendampingi pengidap HIV/Aids, dan saat ini it terus dikembangkan," tandas Kiai Said.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6952