Lima Tahun 32 Pengidap HIV/AIDS Meninggal
Tanggal: Wednesday, 10 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Pontianak Post, 10 Oktober 2012

SINTANG--Berdasar data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Sintang sudah 32 pengidah HIV meninggal di Sintang. Sementara jumlah pengidap sampai Oktober 2012 terdata sebanyak 113 orang. “Sampai Oktober mereka yang meninggal akibat terinfeksi HIV sebanyak 32 orang,” kata Sekrestaris KPAD Kabupaten Sintang, Rizali, kepada Pontianak Post, kemarin.

Sementara pada September lalu jumlah pengidap penyakit HIV/AIDS adalah 109 orang, dan 30 orang yang meninggal. Data tersebut menunjukkan ada kenaikan dalam satu bulan terakhir untuk data pengidap HIV/AIDS di Sintang. Menurut dia, jumlah pengidap dan mereka yang meninggal karena HIV/AIDS merupakan data dalam kurun lima tahun terakhir. Yakni data yang terhitung sejak 2006 lalu. “Data ini memperlihatkan kasus HIV di Sintang cenderung meningkat,” ungkap Rizali.

Dia menambahkan, pada Oktober dan November 2011 terdata kalau penyebaran HIV/AIDS berada di 10 kecamatan, dari 14 kecamatan di Kabupaten Sintang. Namun hingga Maret 2012, enyebarannya sudah di 13 kecamatan. “Satu kecamatan sisa bukan berarti bebas dari penyebaran virus HIV, hanya belum ditemukan. Karena, untuk menemukan orang yang terinfeksi HIV tidak mudah. Mereka yang berisiko tinggi tertular virus HIV/AIDS adalah pekerja seksual, hidung belang dan kelompok transgender,” kata dia.

Menurut Rizal, butuh upaya tersendiri guna mengetahui seseorang mengidap HIV/AIDS. Antara lain mengadakan pendekatan kepada mereka yang berisiko tinggi, agar bersedia melakukan pemeriksaan. Kemudian meyakinkan, kalau identitasnya akan senantiasa dirahasiakan.Ia menambahkan, penanggulangan HIV/AISD tidak cukup hanya mencari penderita. Namun ikut penting yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama mereka yang berisiko tinggi untuk tertular. “Dalam banyak kasus penyebaran penyakit, pencegahan akan lebih baik daripada mengobati. Karena itu, kerja keras semua pihak dan sosialisasi secara rutin sangat dibutuhkan dalam penanggulangan HIV/AIDS,” kata Rizali. (stm)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6956