PBNU Serukan Jihad Melawan HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 11 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 11 Oktober 2012

Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan jihad melawan penyakit HIV/AIDS. Pasalnya HIV/AIDS masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang menghantui masyarakat.

Sebagai civil society kegamaan terbesar di Indonesia, PBNU merasa terpanggil untuk ikut mengatasinya melalui gerakan jihad melawan penularannya yang terus meluas.

"Hadis Nabi Muhammad SAW berbunyi, bukan umatku jika tidak peduli terhadap sesama. Atas dasar itu NU terpanggil untuk ikut serta mengatasi penularan HIV/AIDS ini," kata Ketua Umum PBNU Kiai Haji Said Aqil Siroj, kepada pers dalam seruan jihad NU terhadap HIV/AIDS di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (10/10).

Said Aqil menegaskan jihad melawan penularan HIV/AIDS bukan sekedar slogan bagi PBNU dan seluruh Nahdliyin. Beberapa langkah kongkret sudah dilakukan, di antaranya dengan terus dikembangkannya dua pondok pesantren yang khusus menampung pengidap HIV/AIDS.

Hal itu diilhami temuan kejadian di sejumlah daerah, salah satunya di Jakarta Utara, yaitu seorang guru mengaji yang secara mengejutkan divonis mengidap HIV/AIDS meski menjalani kehidupan yang jauh dari kemungkinan tertular. Sementara itu, di Surabaya sempat ditemukan seorang anak dari keluarga muslim korban HIV/AIDS yang terlantar, hingga akhirnya ditampung dan dibesarkan kelompok non muslim.

Menurut dia,PBNU memiliki dua pesantren yang khusus menangani pengidap HIV/AIDS, yaitu di Kalimantan Barat dan Jambi.

Dikemukakan tenaga-tenaga ahli di Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) juga secara aktif melakukan pendampingan terhadap pengidap HIV/AIDS, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat kategori resiko tinggi tertular. Langkah ini dinilai penting, mengingat pengidap HIV/AIDS tidak hanya secara fisik saja mengalami penderitaan, namun lebih dalam pada kehidupan aktivitas bermasyarakat.

"Kami memiliki tenaga ahli yang tersebar di 21 provinsi yang bertugas mendampingi pengidap HIV/AIDS, dan saat ini it uterus dikembangkan,” tandas Kiai Said.

Khusus untuk pembinaan di internal NU, LKNU telah melakukan sosialisasi kepada pengurus di tingkat wilayah untuk disampaikan kepada Nahdliyin hingga lapisan terbawah. Para kiai sepuh yang tadinya tidak mengerti apa itu HIV/AIDS, sekarang sudah memliki pemahaman yang baik, untuk selanjutnya mensosialisasikannya hingga tingkatan terbawah.

Data yang dimiliki LKNU menyebutkan, pengidap HIV/AIDS di Indonesia saat ini telah menembus angka 80 ribu orang. Sebagian besar terjadi dari penularan terbesar terjadi karena hubungan seks bebas, disusul penggunaan narkotika melalui alat suntik, dan penyebab lainnya. (MI/RZY)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6957