60 Persen Remaja Indonesia Mengidap HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 15 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Equator, 11 Oktober 2012

Pontianak – Penderita penyakit HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang sangat fantastis. Berdasarkan data tingkat nasional, sekitar 60 persen remaja usia produktif mengidap penyakit HIV/ AIDS. Mereka terinfeksi penyakit mematikan itu sejak berumur antara 20 hingga 40 tahun.

“Khusus untuk kalangan umur 20 tahun, seksual aktif mereka terjadi sejak lima tahun yang lalu atau saat mereka berumur lima belas tahun,” ungkap Farid Husni, Kepala Bidang Program PKBI Pusat, saat menghadiri Pertemuan Stakeholder Program Penguatan Akses Remaja terhadap Hak dan Kesehatan Reproduksi dan Seksual Tingkat Pendidikan Menengah di Kota Pontianak, Rabu (10/10) di aula PKBI Kalimantan Barat.

Menurut Farid, faktor utama tingginya angka penderita HIV/AIDS di kalangan remaja disebabkan minimnya akses pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, seperti pengetahuan bagaimana melindungi diri dengan baik dan apa risiko hubungan seksual jika dilakukan sebelum waktunya.

“Kalau faktor ekonomi hanya bagian kecil. Jelasnya, kemiskinan pengetahuan menjadi faktor utama penyebaran penyakit HIV/AIDS,” imbuhnya.

Menurut Farid, untuk mencegah semakin tingginya angka HIV/ AIDS di kalangan remaja salah satunya dengan memberikan pendidikan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sedini mungkin. Meskipun hasilnya baru akan dirasakan 10-20 tahun yang akan datang. “Daripada terlambat lebih baik dilakukan dari sejak dini,” ujarnya.

Saat ini langkah yang dilakukan PKBI salah satunya memberikan pendidikan kesehatan reproduksi di tiga sekolah di Pontianak dan juga di beberapa provinsi di Indonesia seperti di Jakarta, Jawa Tengah, Lampung Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Yogyakarta.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Drs H Mulyadi mengatakan pihak sekolah di Kota Pontianak telah memasukkan materi kesehatan reproduksi pada masa orientasi penerimaan siswa baru.

“Diknas juga telah menginstruksikan pada masing-masing sekolah untuk menjalin kerja sama dengan sentra remaja kesehatan reproduksi yang ada di PKBI,” terangnya.

Mulyadi mengungkapkan, ke depannya Dinas Pendidikan Kota Pontianak akan mengintegrasikan materi kesehatan reproduksi dengan mata pelajaran di dalam kelas, seperti mata pelajaran IPA, Matematika, Penjaskes, dan mata pelajaran agama.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kesehatan reproduksi. Mengingat pergaulan remaja yang ada saat ini sudah sangat memprihatinkan,” pungkasnya. (dna)

Sumber: http://www.equator-news.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6962