Balita Positif HIV/AIDS Meninggal Di Aceh
Tanggal: Monday, 15 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 12 Oktober 2012

Banda Aceh: Seorang balita positif HIV/Aids asal Aceh Tamiang dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu malam (10/10) sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebelum meninggal dunia balita laki-laki berusia empat tahun tersebut telah dirawat tim dokter RSUZA Banda Aceh yang dipimpin dr Mulya Syafii sejak 12 September-10 Oktober 2012.

Wadir Pelayanan RSUZA dr Andalas kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis mengatakan balita tersebut dibawa ke rumah sakit Pemerintah Aceh oleh ayahnya berdasarkan rujukan dari rumah sakit di kabupaten itu.

“Saat tiba hari pertama di RSUZA balita tersebut dalam kondisi mulut penuh sariawan, air liur hijau, diare, berat badan sekitar tujuh kilogram dan kekebalan tubuhnya sangat rendah,” katanya.

Andalas yang didampingi tim dokter Mulya Syafiii mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa tes terhadap balita yang diduga terkena virus HIV/Aids dari ibunya. Sementara ibu dari balita tersebut tercatat sebagai pekerja di luar negeri. “Sesuai hasil tes terhadap ayah balita yang membawanya ke RSUZA hasilnya negatif,” katanya.

Dijelaskannya, selama dirawat intensif oleh tim medis RSUZA, balita tersebut telah memperlihatkan kondisi kesehatannya lebih baik yang ditandai dengan meningkatnya jumlah berat badan.

Mulya mengatakan, balita tersebut telah mendapat terapi sidivor dan obat antiretroviral (ARV) dan kondisinya telah membaik dari sebelumnya.”Kami berencana balita tersebut berobat jalan dan ia pun mulai bercanda dengan orang tuanya,” katanya.

Namun, dalam dua hari terakhir kondisi kesahatannya turun drastis dengan kekebalan tubuh berada di tingkat paling berat yakni hanya satu persen dan akhirnya balita tersebut menghembuskan nafas terakhir.

Dijelaskannya, penanganan balita tersebut seharusnya dilakukan pada usia dua tahun, namun di umur empat tahun orang tuanya membawa ke RSUZA untuk dilakukan perawatan.

Pihak RSUZA menyatakan persediaan ARV yang ada di rumah sakit milik pemerintah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan bagi penderita HIV/Aids. Hingga saat ini ada 28 orang penderita HIV/Aids yang berobat jalan di rumah sakit umum milik pemerintah daerah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. (ant )

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6964