Pemkab Purworejo Akui KPA Belum Bekerja Optimal
Tanggal: Monday, 15 October 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 14 Oktober 2012

PURWOREJO - Pemkab Purworejo mengakui bahwa Komisi Penanggulangan Aids (KPA) yang sudah terbentuk selama ini belum bekerja secara optimal. Meski demikian, bukan berarti Pemkab Purworejo tidak memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan penyakit HIV/AIDS.

Pengakuan tersebut disampaikan Plt Assek III Drs Sigit Budimulyanto MM saat menerima audiensi KPA Provinsi Jateng di ruang Otonom Setda, baru-baru ini. Tim KPA Provinsi Jawa Tengah dipimpin Giyono, disertai sejumlah anggota lainnya.

Ditegaskan Sigit, komitmen pemberantasan itu itu telah tertuang dalam rencana strategis (renstra) dan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). Tim pun telah dibentuk melalui SK Bupati yang melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Diungkapkan Sigit, di Kabupaten Purworejo banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) yang eksis justru berkiprah dengan terjun langsung ke lapangan, baik ke masyarakat maupun ke sekolah.

Ketua KPA Jateng Giyono mengungkapkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Purworejo relatif kecil. Namun ia mengingatkan bahwa HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es. Yang nampak kecil, namun sesungguhnya di balik itu sangat besar. "Kendati Kabupaten Purworejo tidak ada lokalisasi, namun bukan berarti kemungkinan penyebaran HIV/AIDS tidak terjadi," katanya.

Menurutnya, permasalahan HIV/AIDS saat ini bukan hanya masalah kesehatan saja, namun sudah menjadi masalah sosial masyarakat. Untuk itu pananggulanganya tidak hanya secara medis saja, melainkan melalui pendekatan ke masyarakat melalui pemberdayaan.

“Melalui upaya medis tidak bisa menyembuhkan, yang bisa hanya mempertahankan. Minimal memperpanjang umur. Itupun biayanya sangat tinggi, tiap orang mencapai Rp 13.500.000 per tahun. Sebagai korbannya ibu rumah tangga bahkan anak-anak yang tidak tahu apa-apa, sedangkan upaya preventif melalui dengan jalan pemberdayan masyarakat.” katanya.

Untuk itu ia minta agar semua SKPD ikut mendukung kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaannya secara sinergi, tidak berjalan sendiri-sendiri. Diharapkan kedepan kelembagaan dibentuk berdasarkan peraturan yang berlaku. Sekretariat berdiri sendiri, diisi seorang sekretaris dari orang luar, mantan pejabat eselaon dua, minimal tiga.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6969