6 Penderita HIV/AIDS di Pelalawan Tewas
Tanggal: Wednesday, 17 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Ancaman HIV/AIDS di Kabupaten Pelalawan kian nyata. Tercatat 6 penderita tak terselamatkan dan tewas.

Riauterkini, 16 Oktober 2012

PANGKALANKERINCI
- Sepanjang kurun waktu tujuh tahun atau sejak, tahun 2006 sudah enam (6) orang di Kabupaten Pelalawan yang meninggal akibat penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Sementara untuk kasus virus Human Immunodeficiency Virus (HIV)-nya sendiri, tercatat ada 67 kasus di daerah ini.

"Dari tahun 2006 sampai saat ini sudah ada 12 kasus yang terkena AIDS, dimana enam (6) orangnya telah meninggal dunia. Sedangkan untuk kasus HIV-nya sendiri, tercatat 67 kasus," terang Ketua Komisi Perlindungan Aids (KPA) Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim melalui Sekretaris KPA Pelalawan, Asril SKM M.Kes, Selasa (16/10/12).

Asril menjelaskan bahwa untuk penyakit HIV/AIDS di daerah ini, kasus yang terbanyak berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci kemudian menyusul Kecamatan Pangkalan Lesung. Karena itulah, pihaknya terus melakukan berbagai antisipasi agar penyakit mematikan ini tak lebih menyebar lagi pada masyarakat. "Kalau untuk ukuran Riau, upgrade terakhir kita berada diurutan kelima kabupaten yang terbanyak penderita HIV/AIDS," katanya.

Untuk kasus HIV/AIDS ini, sambungnya, kelompok yang paling banyak terkena adalah kelompok-kelompok resiko tinggi dan remaja. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan pada kelompok-kelompok resiko tinggi dan remaja.

"Dan rencananya, pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) nanti, Diskes juga akan mengadakan perlombaan cerdas cermat dan lomba pidato bagi para remaja tentang sejauhmana pemahaman mereka terhadap HIV/AIDS," ujarnya.

Dan pada tahun ini, lanjutnya, tema peringatan Hari AIDS nanti adalah Lindungi Perempuan Dan Anak dari HIV/AIDS. Karena secara global, kaum perempuan terutama ibu-ibu menempati urutan kedua dalam mengidap penyakit HIV/AIDS akibat tertular oleh suami mereka.

"Jadi serangkaian peringatan Hari AIDS sedunia nanti, pihaknya juga akan melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan tema tahun ini. Untuk itu,kita akan bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pelalawan sebagai leading sector-nya," bebernya.

Dikatakannya, bahwa fakta HIV/AIDS selalu menunjukkan fenomena gunung es, dimana kasus yang terlihat hanya merupakan bagian puncak yang jumlahnya sangat kecil sementara yang tidak terlihat justru jauh lebih besar. "Karena itu masih diperlukan penanganan yang lebih serius sehingga tidak timbul kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pelayanan untuk HIV dan AIDS," tandasnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan meningkatkan upaya sosialisasi dan promosi program HIV/AIDS dalam rangka menjalin kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor. Misalnya dengan mengadakan seminar, workshop, pelatihan dan lain-lain. Lalu pihaknya juga akan membangun jejaring kerja dengan sektor terkait sekaligus optimalisasi jejaring yang sudah terbentuk.***(feb)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6972