Sumedang Diminta Bangun Klinik AIDS
Tanggal: Wednesday, 17 October 2012
Topik: Narkoba


PRLM, 17 Oktober 2012

SUMEDANG - Pemkab Sumedang diminta segera membangun klinik khusus untuk menangani para penderita HIV/AIDS. Akibat ketiadaan klinik tersebut, membuat para penderita HIV/AIDS dari Sumedang harus memeriksakan kesehatan, pengobatan termasuk konsultasi ke RS Hasan Sadikin, Bandung.

Sementara, penyaluran obat ARV (antiretroviral) secara gratis untuk mengobati para penderita HIV dari kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hanya diberikan kepada kabupaten/kota yang sudah memiliki klinik khusus tersebut. Adapun obat ARV, untuk menekan laju perkembangan HIV di dalam darah.

“Sebetulnya obatnya gratis didrop langsung oleh Kemenkes. Akan tetapi, dikarenakan di Sumedang ini belum punya klinik khusus HIV/AIDS, sehingga para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) harus mengeluarkan ongkos yang relatif mahal untuk berobat ke Bandung. Apalagi bagi ODHA yang kondisinya lemah, terpaksa harus didampingi keluarganya sehingga ongkosnya nambah lagi. Jadi, pengobatan para ODHA di Sumedang ini berat diongkos karena mereka harus bolak-balik ke Bandung. Oleh karena itu, Pemkab Sumedang perlu membangun klinik khusus HIV/AIDS guna memudahkan penanganan para ODHA tersebut,” kata Pemimpin Redaksi Situs “AIDS Watch Indonesia”, Syaiful W. Harahap, Selasa (16/10).

Hal itu dikatakannya dalam “Temu Media: Mencari Isu AIDS Yang Layak Liput” di Café Graha Insun Medal (GIM), Sumedang. Acara tersebut diselanggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat bekerjasama dengan KPA Kab. Sumedang.

Menurut dia, klinik khusus tersebut, bisa melayani berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS. Seperti, konsultasi pencegahan HIV/AIDS, melayani tes HIV serta pengobatan dengan pemberian obat ARV secara rutin. “Mengingat pendirian klinik itu sangat penting dan bermanfaat sehingga perlu didorong oleh pemda setempat. Terlebih menurut data KPA Kab. Sumedang, para ODHA dari Sumedang yang rutin mengambil obat ARV ke RS. Hasan Sadikin Bandung sebanyak 34 orang,” kata Syaiful.

Menyinggung tentang hal itu, Direktur RSUD Sumedang, Dr. H. Hilman Taufik, M.Kes., mengatakan, guna memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan para penderita HIV/AIDS, Pemkab Sumedang akan membuka akses pelayanan penanganan HIV/AIDS di 10 puskesmas.

Ke-10 puskesmas tersebut, adalah Puskesmas Tanjungsari, Jatinangor, Cimanggung, Wado, Darmaraja, Paseh, Tomo, Ujungjaya, Sumedang Selatan dan Sumedang Utara.

Hilman menyebutkan, berdasarkan data kumulatif HIV dan AIDS tahun 2004 hingga September 2012, penderita yang sudah terinfeksi HIV sebanyak 90 orang, AIDS 107 orang dan penderita yang meninggal dunia akibat HIV/AIDS sebanyak 63 orang. Kasus HIV/AIDS ditemukan di semua kecamatan di Kab. Sumedang, kecuali Kec. Surian dan Ganeas. (A-67/A-26)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6973