Raih Prestasi Gemilang, Timnas Street Soccer Tahun Ini Lebih Kompak
Tanggal: Thursday, 18 October 2012
Topik: Narkoba


Detik, 18 Oktober 2012

Bandung - Derajat Ginanjar, salah seorang pendiri Rumah Cemara, memuji para pemain timnas street soccer yang mampu menuai prestasi di ajang Homeless World Cup (HWC) 2012 di Meksiko. Ia menyebut para pemain timnas tahun ini lebih kompak.

"Prestasi seperti ini tidak akan bisa diraih tanpa orang-orang berjiwa besar di dalam tim. Mereka juga pemain hebat. Buktinya kita bisa meraih prestasi seperti ini," kata Ginan, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Sekretariat Rumah Cemara, Jalan Gegerkalong Girang, Kamis (18/10/2012).

Para pemain timnas street soccer adalah tim yang berisi dari berbagai kalangan. Mereka di antaranya orang dengan HIV/AIDS, mantan pecandu narkoba, hingga warga miskin kota.

Mereka dikumpulkan lewat hasil seleksi dalam Liga Perubahan pada Februari lalu. Meski berasal dari berbagai kalangan dengan latar belakang berbeda, para pemain timnas mampu menjadi satu.

"Ada berbagai konflik yang terjadi di dalam tim ini. Tapi pada akhirnya, di balik kegelapan ada cahaya terang," jelas Ginan.

Dibanding tahun lalu, timnas kali ini menurutnya jauh lebih kompak. Padahal waktu yang dibutuhkan untuk bisa 'nyetel' sebagai tim sangat singkat.

"Kalau tim tahun lalu memang didominasi orang Bandung dan sering main bareng. Tapi saya melihat tim ini lebih kentara suasana timnya, kebersamaan dan kolektivitasnya lebih bagus," papar Ginan yang merupakan kapten timnas street soccer tahun lalu.

Ia berharap, tren positif seperti yang diperlihatkan timnas street soccer dalam dua tahun terakhir mampu dipertahankan, bahkan ditingkatkan tahun depan. Meski diakuinya, belum ada gambaran timnas street soccer tahun depan akan seperti apa.

Timnas street soccer nangkring di posisi 4 klasemen akhir HWC. Bongsu Hasibuan sebagai pelatih juga meraih penghargaan pelatih terbaik di ajang tersebut.

Tak hanya itu, Suherman juga mendapat apresiasi khusus dari wasit Harry Millas setelah Indonesia mengalahkan Lithuania dengan skor 5-4. Peluit yang hanya ada 14 di dunia itu diberikan karena Suherman selalu tersenyum dan dianggap memberi spirit bagi banyak orang.

Sumber: http://bandung.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6979