Enam Penderita AIDS Bertahan Hidup
Tanggal: Thursday, 18 October 2012
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 18 Oktober 2012

PEKANBARU - Sebanyak enam warga Pelalawan meninggal akibat penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Jumlah tersebut merupakan akumulasi korban yang jatuh terhitung sejak 2006 lalu hingga Oktober tahun ini.

Data Komisi Perlindungan AIDS Pelalawan menunjukkan sedikitnya 12 orang sejak tahun 2006 diterpa penyakit AIDS. Enam orang di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia dan sekitar enam orang lagi yang masih bertahan hidup.

"Itu sesuai dengan data yang kita miliki sekarang," ujar Sekretaris Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Pelalawan, Asril kepada wartawan, Selasa (16/10/2012).

Pasien yang positif terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) tercatat berjumlah 67 kasus. HIV membutuhkan proses dan waktu yang panjang hingga korban dinyatakan AIDS.

Penanganan dan perawatan terhadap pasien menjadi salah satu faktor yang turut menentukan cepat lambatnya perkembangan virus.

Asril menjelaskan, kasus HIV yang terbanyak terjadi di Kecamatan Pangkalan Kerinci, menyusul Kecamatan Pangkalan Lesung.

"KPA terus melakukan berbagai antisipasi agar penyakit mematikan ini tak lebih menyebar lagi pada masyarakat," jelas Asril.

Dalam skala Provinsi Riau, lanjut Asril, Pelalawan menempati posisi kelima setelah Pekanbaru, Kampar dan daerah lainnya terkait jumlah penyandang HIV/AIDS. Kelompok yang paling banyak terkena adalah kelompok-kelompok resiko tinggi dan remaja.

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan pada kelompok-kelompok resiko tinggi dan remaja. Fakta HIV/AIDS selalu menunjukkan fenomena gunung es, dimana kasus yang terlihat hanya merupakan bagian puncak yang jumlahnya sangat kecil sementara yang tidak terlihat justru jauh lebih besar.

"Karena itu masih diperlukan penanganan yang lebih serius sehingga tidak timbul kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pelayanan untuk HIV dan AIDS," tandasnya.

KPA, kata Asril juga akan meningkatkan upaya sosialisasi dan promosi program pencegahan HIV/AIDS dalam rangka menjalin kerja sama baik lintas program maupun lintas sektor. Misalnya dengan mengadakan seminar, workshop, pelatihan dan lain-lain.

"Kami juga terus membangun jejaring kerja dengan sektor terkait sekaligus optimalisasi jejaring yang sudah terbentuk," ujarnya.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6982