Empat Balita di Gunungkidul Terserang HIV-AIDS
Tanggal: Tuesday, 23 October 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 19 Oktober 2012

YOGYAKARTA - Anak-anak tak berdosa bisa kena getah atas perilaku buruk orangtuanya yang ceroboh dalam menjalani hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Ini dialami empat bayi di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Gunungkidul.

Berdasarkan pernyataan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, empat balita positif terserang HID-AIDS selama tahun berjalan, 2012. Balita tersebut tertular oleh orangtuanya yang juga positif menderita HIV-AIDS.

Survei terbaru dari bidang surveillance HIV-AIDS setempat menemukan 61 warga di kawan berbatu tersebut positif menderita penyakit anti kekebalan tubuh tersebut. Sang balita merupakan empat dari 61 penderita dimaksud.

Dalam pernyataan, Jumat (19/10), empat balita ‘korban’ HIV-AIDS telah terdeteksi oleh petugas dan dalam pengawasan untuk observasi kesehatannya dan pengobatan.

Survei kesehatan setempat menemukan sumber penyakit tersebut sebagian dari lelaki pengembara asal daerah setempat. Ketika mengembara, sang pejantan tersebut diduga “jajan” dan tak disadari tertular virus HIV dari pasangannya di luar kota. Saat kembali, sangat lelaki berhubungan dengan pasangan istrinya atau pasangan lain di daerah Gunungkidul.

Kepala Bidang Surveillance Kabupaten Gunungkidul Dewi Prasetyantono menyatakan sumber lain virus HIV dari perempuan yang juga sering berkenala ke luar kota di antaranya sales promotion girl atau petugas pemasaran perempuan, buruh dan loper antarkota, baik perempuan maupun laki. Sementara nelayan, perempuan pekerja seks yang disurvei di seputar kawasan wisata Pantai Sadeng, Gunungkidul misalnya, justru tidak terserang penyakit tersebut.

Sedang orang yang tertular selain kategori lelaki dan perempuan petualangan, juga terdapat kalangan petani dan oknum anggota kesatuan militer tertentu. Dilihat dari profil pekerjaan tersebut, maka penderita HIV sebanyak 34 orang dan AIDS sebanyak 27 orangm, semuanya usia produktif, antara 30-39 tahun.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyatakan pemerintah daerah tengah mencari model untuk pelayanan kesehatan intensif bagi para warga yang positif HIV maupun AIDS. Sedang pencegahan penularan ke anak dari orangtua yang positif terjangkit virus HIV dengan sosialisasi secara personal. (A-84/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6986