Perangi Narkoba dan HIV/AIDS Karang Taruna Pasang Baliho
Tanggal: Tuesday, 23 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 22 Oktober 2012

Denpasar - Grafik peningkatan jumlah pecandu narkoba dan penderita HIV/AIDS di Bali yang cukup signifikan, tampaknya membuat karang taruna di Kota Denpasar sangat cemas. Guna memerangi narkoba dan HIV/AIDS, karang taruna se-Kota Denpasar melakukan gerakan penyadaran dengan memasang empat baliho besar di empat titik perempatan jalan protokol di Denpasar. Intinya, mereka mengimbau generasi muda menjauhi narkoba dan segala perilaku yang berisiko terjangkit HIV/AIDS.

Ditemui di sela-sela pemasangan baliho, Minggu (21/10) kemarin, Ketua Karang Taruna Peduli AIDS Kota Denpasar I Ketut Ngurah Aryawan mengatakan, baliho ukuran raksasa tersebut dipasang di perempatan Jalan Lumintang, perempatan Jalan WR Supratman, perempatan Sanur depan Hotel Paradise dan perempatan Jalan Imam Bonjol.

Gerakan pemasangan baliho ini dilakukan untuk mengajak sekaligus menyadarkan generasi muda di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya agar menjauhi dan tidak mengonsumsi narkoba. ''Kami khawatir, generasi muda yang kecanduan narkoba akan berdampak pada generasi penerus bangsa. Apalagi, generasi muda menjadi tulang punggung dan harapan masa depan bangsa,'' katanya.

Menurut Aryawan, pemasangan baliho sebagai bentuk keprihatinan pihaknya melihat fenomena banyaknya anak-anak muda yang mengonsumsi narkoba dan terinfeksi HIV/AIDS. Kalau tidak ditanggulangi bersama-sama dari sekarang, maka generasi muda Denpasar khususnya dan Bali akan kehilangan jati dirinya dan mendatangkan malapetaka yang luar biasa dan dapat memutus generasi penerus bangsa. ''Apa yang kami lakukan ini karena melihat generasi muda penerus bangsa sudah banyak kecanduan narkoba maupun terinfeksi penyakit HIV/AIDS,'' tegasnya.

Selain memasang baliho, pihaknya juga akan melaksanakan penyuluhan mulai tanggal 9 November sampai 30 November 2012 di sejumlah karaoke, panti pijat (massage) yang ada di Denpasar, penyuluhan HIV/AIDS ke Jalan Danau Tempe, Jalan Danau Poso, Sanur dan Jalan Bung Tomo. Pasalnya, penyebaran HIV/AIDS tersebut diduga berawal dari tempat-tempat pelacuran yang ada di Kota Denpasar. ''Kami meminta kepada masyarakat maupun generasi muda agar menjauhi narkoba dan segala perilaku yang berisiko tertular HIV/AIDS,'' katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar I Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si. mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan Karang Taruna Denpasar dengan memasang baliho untuk memerangi pemakaian narkoba dan HIV/AIDS. Gerakan yang dilakukan karang taruna ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masalah yang dihadapi generasi muda saat ini yang cukup banyak terkontaminasi narkoba dan HIV/AIDS. ''Kami harapkan, apa yang dilakukan Karang Taruna Denpasar dapat diikuti generasi muda lainnya untuk ikut bersama-sama memerangi pemakaian narkoba maupun penyakit HIV/AIDS,'' tegasnya. (kmb13)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6992