Wabup Ajak Bertindak Nyata Soal Penanganan Penyebaran HIV di Bulukumba
Tanggal: Tuesday, 23 October 2012
Topik: HIV/AIDS


FAJAR, 23 Oktober 2012

BULUKUMBA -- Wakil Bupati Bulukumba, Syamsuddin meminta kepada semua pihak dan instansi yang terkait untuk bertindak nyata dalam penanganan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) Aids di Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, peningkatan HIV, harus bisa ditekan dengan program-program nyata. "Mari semua pihak untuk berkomitmen dan bertindak nyata dalam upaya menyelamatkan para generasi muda," imbau Syamsuddin pada Sosialisasi Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV AIDS Tingkat Pelajar se Sulawesi Selatan yang dilaksanakan Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi Aids (KRA-AIDS) Indonesia kerja sama dengan KPA Bulukumba, di Aula Dinas Kesehatan Bulukumba, Sabtu 20 Oktober.

Dari data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Bulukumba, disebutkan jumlah warga yang tertular HIV hingga Juni 2012 sudah mencapai 105 orang. Kebanyakan penyebab menularnya penyakit tersebut akibat melalui penggunaan jarum suntik saat memakai narkoba dan hubungan seksual yang tidak aman.

Syamsuddin mengatakan, narkoba tidak hanya merusak kesehatan namun juga akan merusak mental anak-anak muda. Orang yang terlibat narkoba apalagi sudah terkena HIV AIDS adalah orang yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Akibatnya, generasi muda seperti itu dipastikan tidak dapat melanjutkan estafet pembangunan.

Upaya penyuluhan narkoba di kalangan pelajar, Syamsuddin mengharapkan disesuikan dengan kondisi tumbuh kembang anak-anak atau disesuaikan dengan perkembangan zaman. Orang tua atau guru tidak mesti melakukan sosialisasi dengan cara ceramah saja.

“Bisa juga melalui kegiatan-kegiatan yang disenangi para remaja, seperti lomba menyanyi atau lomba grup band antarpelajar. Pada kegiatan seperti itulah dimasukkan kampanye-kampanye anti narkoba,” jelas Syamsuddin.

Bahkan Wabup Syamsuddin yang dikenal getol memperjuangkan pembangunan di Butta Panrita Lopi ini, menekankan kepada segenap orang tua untuk melakukan pembinaan kepada anak-anaknya. “Tidak boleh tanggung jawab pembinaan itu dilimpahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah," ujarnya.

Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV/AIDS Tingkat Pelajar se Sulawesi Selatan itu sendiri diterbitkan Biro Nafza dan HIV-AIDS Sekretariat Provinsi Sulawesi Selatan. Buku ini dijadikan sebagai panduan yang menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam upaya melakukan penyuluhan atau advokasi pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Narasumber dari KRA-AIDS Indonesia, Zulkifli Amin mengemukakan, salah satu upaya penggulangan bahaya HIV AIDS adalah mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan penderita itu sendiri.

“Syukurlah Bulukumba sekarang pada posisi peringkat kedelapan di mana sebelumnya berada pada peringkat ketiga se Sulawesi Selatan” ungkap pria berambut kuncir ini.

Bahkan dirinya menyatakan, sepakat dengan peserta yang mengusulkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan sekolah-sekolah seperti perkemahan, sedapat mungkin memiliki materi seputar narkoba, baik melalui cerdas cermat maupun lomba pidato. (eka/lis)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6997