3 Daerah di Indonesia Menuju Nol HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 24 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Detik, 23 Oktober 2012

Jakarta, Seperti diketahui penyakit AIDS masih menjadi momok bagi masyarakat dan juga pemerintah. Kini 3 daerah di Indonesia bersama dengan 9 kota lain di ASEAN telah sepakat untuk terlibat dalam program 'Menuju Program Nol AIDS'.

Diketahui ada 12 kota di negara ASEAN yang merupakan kota Menuju Program Nol atau 'Getting to Zero' yaitu:

1. Kabupaten Badung, Bali (Indonesia)
2. Kota Denpasar (Indonesia)
3. Jakarta Barat (Indonesia)
4. Battambang City (Kamboja)
5. Vientiane Capital City (Laos)
6. Malaka (Malaysia)
7. Mawlamyaing (Myanmar)
8. Quenzon City (Filipina)
9. Bangkok City (Thailand)
10. Payao Provinsi (Thailand)]
11. Can Tho City (Vietnam)
12. Da Nang (Vietnam)

"Pemilihan 3 daerah itu berdasarkan komitmen pemerintah daerahnya, sebab kita tidak mungkin kalau bupati atau wali kotanya tidak memang kepingin itu zero," ujar Menkes dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH dalam acara Indonesia Berkomitmen 'Getting to Zero on HIV/AIDS' di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Lebih lanjut Menkes menuturkan tidak mudah untuk mewujudkan nol infeksi baru, nol kematian karena AIDS dan nol stigma diskriminasi. Karena itu pemerintah yang harus memegang kendali.

"Di antara sekian yang melamar adalah Bali dan Jakarta Barat yang berkomitmen. Bupati Bali sangat peduli dan sangat ingin mewujudkan ini," ungkap Menkes.

Dalam pelaksaannya secara teknis Kementerian Kesehatan sendiri sudah tahu caranya, seperti bagaimana mengintensifkan penyebaran sosialisasi kepada kelompok-kelompok yang rentan terhadap penularan, termasuk generasi muda. Selain itu juga dilanjutkan dengan pengobatan dan diagnosa yang lebih dini.

"Jadi kita memang sudah tahu apa yang harus dilakukan sebenarnya, tetapi membutuhkan komitmen dari pemerintah daerah, kalau tidak kita susah. Karena pemerintah daerah yang mau, sekarang pelatihannya sudah dan kesepakatan tingkat ASEAN juga sudah, tinggal pelaksanaannya saja," imbuhnya.

Menkes menuturkan sekitar 5-6 tahun lalu HIV/AIDS terkonsentrasi pada pekerja seks komersial atau PSK (laki-laki, perempuan dan waria) serta pengguna narkoba suntik. Setelah ada upaya pencegahan dengan pemberian jarum suntik steril, angka dari pengguna narkoba suntik menurun, tapi perilaku seks berisiko meningkat.

"Sekitar 1 dari 5 PSK di satu tempat sudah HIV positif, bagaimana kalau laki-laki ini nggak mau pakai kondom, akan cepat meningkat tidak terbatas pada PSK dan pengguna narkoba tapi juga bisa ditularkan ke ibu rumah tangga dan bayi," ujar Menkes.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7000