Warga Protes Natuna Masuk 5 Besar HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 24 October 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 24 Oktober 2012

Ranai - Sebagian warga tidak terima Kabupaten Natuna dikatakan masuk ketegori 5 besar penduduknya mengidap HIV/AIDS. Sebab, bukti data akurat mengeai hal tersebut, tidak ada.

Demikian dikatakan salah seorang warga kota Ranai, Agus Siregar di Warung Bu Ani, Ranai selasa (23/10).

Agus Siregar mengatakan, pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Natuna yang menyatakan, Kabupaten Natuna sebagai daerah yang masuk dalam ketegori 5 besar penduduknya mengidap HIV/AIDS, tingkat nasional dinilainya tidak masuk akal.

"Menurut saya pernyataan Kadiskes itu tidak masuk akal, masak Natuna yang sedikit ini penduduknya, bisa masuk kategori 5 besar pengidap HIV/AIDS di tingkat nasional," kata Agus.

Karenanya, tegas Agus, ia tidak bisa terima pernyataan Kadiskes tersebut. Sebab, pernyataan tersebut tidak dibarengi dengan data. "Saya tidak terima pernyataan Kadiskes itu, sebab ia tidak menunjukkan datanya. Kadiskes tidak boleh mengeluarkan pernyataan, tanpa ada buktinya," tegas Agus.

Agus juga mempertanyakan, bagaimana perbandingan angka dan perkembangan HIV/AIDS di daerah-daerah lainnya.

"Memangnya mereka pernah membandingkan angka dan perkembangan HIV/AIDS yang ada di luar dengan yang ada di sini. Memangnya di daerah-daerah lain tidak ada HIV/AIDS. Kalau tidak ada data akuratnya, maka ini sama artinya menjelek Natuna," tukas Agus.

Oleh karena itu, ucap Agus, setiap pernyataan yang hendak disampaikan, supaya dipertimbangkan terlebih dahulu dan dibarengi dengan bukti.

"Makanya, kalau mau jadi orang bijak hati-hati dalam berkata," pungkasnya.

Roy, warga Ranai lainnya mengatakan, langkah publikasi terkait temuan Diskes Natuna sangat bagus. Agar masyarakat juga mengerti akan HIV/AIDS tersebut. Namun, ia berharap datanya dilengkapi.

"Bagi saya langkah publikasi ini cukup bagus, agar masyarakat semua tahu. Tapi, data yang disampaikan juga harus lengkap," kata Roy.

Sementara, Kadiskes Natuna, dr Faisal mengatakan bahwa, sesungguhnya ia juga tidak bisa menerima kategori 5 besar itu, sebab itu angka yang cukup besar.

"Saya juga tidak bisa terima pernyataan itu. Namun, suka tidak suka kita harus positif menanggapinya. Sebagai Kadis, walaupun masih level Plt, tapi tetap harus bertanggung jawab dalam hal penanggulangan HIV, bersama seluruh elemen masyarakat. Malah di Kepri, kita dinyatakan peringkat pertama," kata dr Faisal melalui pesan sms.

Dikatakan Faisal, 70 hingga 80 persen di antara pekerja seks komersil (PSK) yang sudah diambil sampel darahnya itu, adalah pendatang di Kota Ranai.

"Sudah saya sampaikan bahwa, 70 hingga 80% yg diambil sampel darahnya adalah pendatang yang bekerja di warung dan cafe di sekitar Jemengan dan Puak," terangnya.

Ia berjanji akan mendalami data dan pernyataan yang menunjukkan Natuna masuk kategori 5 besar. Oleh karena itu, katanya, data tersebut belum bisa dipublikasikan

"Nanti dulu, kita hitung-hitung berdasarkan jumlah penduduk. Kenapa di Kepri dinyatakan sebagai yang tertinggi. Coba cari jumlah penderita di seluruh Kepri dan cari berdasarkan apa hitung-hitungan tersebut. Jadi kita saling membantu," pungkasnya.

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7004