Kemenkes Libatkan Bidan Deteksi Dini HIV-AIDS
Tanggal: Thursday, 25 October 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 24 Oktober 2012

Nantinya semua ibu hamil akan dites, jadi bisa langsung ketahuan dan diberi ARV.

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengatakan akan melibatkan tenaga kesehatan, seperti bidan untuk membantu deteksi dini penularan HIV-AIDS di Indonesia.

"Nantinya, semua ibu hamil akan dites, jadi dapat langsung ketahuan, dan diberi obat Antiretroviral (ARV), pencegah penularan HIV-AIDS," kata Nafsiah Mboi, saat Dialog Menkes RI dengan jajaran Pemda dan Kesehatan se-Kalbar di Pontianak, Rabu (24/10).

Ia melanjutkan, saat pertemuan dengan Executive Director UNAIDS, Michel Sidibe, terungkap, Indonesia masih terlalu lemah dalam penanganan HIV-AIDS.

"Misalnya dalam hal diagnosa dini," ujar dia. Selain itu, Indonesia seharusnya tidak lagi mengandalkan tes sukarela di klinik yang ada di sejumlah daerah.

"Tetapi, tes dilakukan secara rutin. Termasuk terhadap semua PSK, sehingga kalau terdeteksi, dapat langsung diberi ARV," katanya.

Ia mengakui, ada dampak lain dari pembangunan di Indonesia. "Karena pasti akan ada pelacuran," katanya menegaskan. Misalnya di daerah yang tengah membangun proyek skala besar di sektor perkebunan, jalan, pemekaran wilayah, dan sebagainya.

Menurut dia, perilaku seperti itu nantinya akan menjadi bom waktu di masa mendatang. Untuk itu, ia berharap komitmen dan kerja sama dari semua pihak dalam tindakan preventif terhadap peredaran HIV-AIDS.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga Juni 2012, pasien yang masih aktif dalam terapi ARV sebanyak 27.175 orang.

Kasus AIDS berdasarkan faktor risiko penularan tertinggi adalah melalui hubungan seks heteroseksual (71 persen) kemudian penggunaan napza suntik (18,7 persen) dan lelaki seks lelaki (3,9 persen).

Sedangkan berdasarkan kelompok umur, persentase kasus HIV tahun 2011 didapatkan tertinggi pada usia 25-49 tahun kemudian diikuti oleh kelompok umur 15-24 tahun.

Kasus penularan HIV menjadi masalah serius karena awalnya penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu terjadi di populasi tertentu yaitu pengguna narkoba suntik, tapi secara progresif berkembang ke arah populasi umum.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7008