Orangtua Penderita HIV/AIDS Bisa Lahirkan Bayi Sehat
Tanggal: Tuesday, 30 October 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 29 Oktober 2012

JAKARTA - Orangtua yang mengidap HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome) dapat melahirkan anak dalam keadaan sehat tanpa terserang virus mematikan tersebut. Untuk memperoleh anak yang sehat, orangtua harus menjalani program PMTC (Preventif Mother to Child) di Puskesmas.

"Kalau ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS ditangani oleh dokter yang tahu program PMTC, biasanya anaknya bisa negatif, karena itu sudah diantisipasi dengan baik," kata dokter Inda Mutiara, Ketua Koordinator Klinik Jelia yang khusus menangani penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) kepada Kompas.com, Senin (29/10/2012).

Inda mengatakan, dalam pprogram PMTC tersebut, ibu yang mengidap HIV/AIDS harus mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS. Obat tersebut harus dikonsumsi sebagai cara menjaga kestabilan virus dan tidak menularkan kepada bayi dalam kandungan.

Menurut Inda, selain mengonsumsi obat, ibu pengidap HIV/AIDS harus melahirkan melalui proses bedah caesar. Sang ibu pun dilarang memberikan ASI sedikitpun kepada bayi agar virus tidak tertular dalam tubuhnya.

Setelah program masa kehamilah dan proses bersalin selesai, bayi juga perlu memeriksakan diri melalui tes Viral Load, Rapid, atau Elissa untuk mengetahui perkembangan virus HIV dalam darah bayi. "Tes Viral Load dijalani ketika bayi berusia 18 bulan. Usia tersebut dianggap sudah bisa terlihat perkembangan virus. Selama 18 bulan tersebut, bayi juga dianggap masih memiliki kekebalan tubuh dari ibu," kata Inda.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketika paparan kunjungan Banad Penanggulan AIDS Dunia (UN AIDS) mengunjungi Puskesmas Kecamatan Tambora, terdapat dua ibu melahirkan yang mengidap HIV/AIDS. Anak kedua ibu yang masing-masing berusia 2 minggu dan 2 bulan belum diketahui positif terjangkit HIV/AIDS atau belum. Bayi akan menjalani tes ketika usia bayi sudah mencukupi.

Kedua orangtua yang mengidap HIV/AIDS tersebut merupakan warga Tambora dan Grogol, Jakarta Barat. Sedangkan Pemerintah Kota Jakarta Barat menargetkan pada tahun 2015 mendatang akan menekan pertumbuhan penyakit HIV/AIDS di Jakarta Barat. Mengusung tema 'Getting to Zero', pemkot berharap pertumbuhan virus HIV/AIDS bisa ditekan dengan sosialisasi menggunakan kondom dalam berhubungan serta setia terhadap pasangan.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7022