KPA Inhil Beri Pemahaman Komunitas Gay
Tanggal: Thursday, 01 November 2012
Topik: Narkoba


Ternyata ada komunitas gay di Tembilahan. Karena kelompok ini rentan penularan HIV/AID, KPA setempat memberikan pemahaman bahaya virus tersebut.

Riauterkini, 31 Oktober 2012

TEMBILAHAN - Bagi menggalang dukung sosisalisasi bahaya dan pencegahan HIV/ AIDS di Inhil, Rabu (31/10/12) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Inhil bertemu dengan komunitas peduli AIDS. Saat ini kota Tembilahan diketahui sebagai kawasan penularan HIV/ AIDS tertinggi di Inhil.

Pertemuan yang digelar di RM Pondok Indragiri Tembilahan ini mengangkat tema ‘Peningkatan Kapasitas Pendidik Sebaya (Peer Educater). Diantara komunitas yang hadir yakni Komunitas Waria yang menamakan diri Regina Inhil dan pemerhati Gay dan LSL yang mengelompokkan diri dalam Sahabat Ji.

Menurut Pengelola Program KPA, Hariyanto, delapan orang dari Komunitas Gay dan Sahabat Ji ini dipilih, karena dinilai memiliki kemampuan untuk memberikan arahan tentang HIV/ AIDS kepada rekan-rekannya yang sejenis. c “Mereka inilah nantinya yang diharapkan mampu memberikan sosialisasi dan bahaya HIV/ AIDS di lapangan, khususnya kepada komunitas mereka,” sebutnya.

Sekretaris KPA Inhil, Umar Pulungan, mengungkapkan ini merupakan kegiatan rutin KPA bagi mencegah merebaknya HIV/ AIDS di Inhil. Sosialisasi kepada kelompok yang rentang terjangkit penyakit mematikan dipandang efektif menekan lajunya berjangkitnya HIV/ AIDS di Inhil.

Berdasarkan data KPA Inhil, sampai akhir Oktober ini sudah ditemukan sebanyak 53 kasus. Dimana, 31 kasus diantaranya merupakan HIV dan 11 kasus AIDS, dimana 11 penderitanya telah meninggal dunia. Kota Tembilahan menduduki peringkat tertinggi penularan HIV/ AIDS yakni mencapai angka 60 persen.***(mar)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7030