Pemahaman Kesehatan Reproduksi Perlu Ditingkatkan
Tanggal: Friday, 02 November 2012
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 02 November 2012

Banda Aceh, Dalam menekan tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI- AKB) serta meningkatnya penderita HIV/AIDS di Aceh saat ini, harus ditindaklanjuti dengan upaya peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi kepada masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan dan SDM, Dr Ir Ismayani M.Sc saat membuka acara Orientasi Kepemimpinan dan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS Fatayat NU Aceh, Kamis (1/11) di Permata Hati Training Center Aceh Besar.

"Program seperti ini sangat diharapkan oleh generasi muda Aceh, kehadiran Fatayat NU hari ini sangat bermanfaat bagi umat, sehingga ke depan diharapkan dapat meneruskan program-program yang lebih banyak dan bermanfaat bagi Aceh," ujar Ismayani

Ditambahkan, penderita HIV/AIDS di Aceh akan terus meningkat jumlahnya jika tidak ada pihak-pihak peduli dengan masalah kesehatan reproduksi, pemerintah melalui Dinas Kehehatan dan BKKBN sangat mendukung keberadaan dan kegiatan Fatayat NU dalam melakukan sosialisasi dan kerja penjangkauan yang telah dilakukan.

Ke depan diharapkan anggota Fatayat NU, khususnya di Aceh mendapat kesempatan baik di legislatif dan eksekutif, untuk memperjuangkan program-program yang bermanfaat bagi perempuan.

Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan, kader Fatayat NU harus kembali ke khittahnya, yaitu ke dayah/pesantren untuk memberikan pemahaman kepada santri-santri khususnya perempuan.

"Saat ini tenaga pengajar di pesantren umumnya laki-laki, untuk itu dibutuhkan tenaga pengajar dari kaum perempuan karena sesama perempuan akan lebih mudah berkomunikasi dan lebih terbuka, apa lagi menyangkut hal-hal khusus tentang kesehatan reproduksi perempuan," harapnya.

Lakukan Aksi

Faisal Ali mengharapkan agar pengurus Fatayat terus melakukan aksi-aksi yang membangun, khususnya terhadap perempuan. Karena mereka membutuhkan binaan dari generasi muda NU. Di samping itu, juga fokus untuk memfilter organisasi yang berbau aliran sesat dan anti kekerasan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Fatayat NU Aceh, Abriati Yusuf mengatakan, program Orientasi Kepemimpinan dan Sosialisasi kesehatan reproduksi diikuti 42 peserta dari 22 kabupaten/kota, yaitu kader Fatayat NU yang mewakili daerah masing-masing untuk diberi pelatihan tentang kesehatan reproduksi.

Menurutnya, Fatayat NU Aceh telah melakukan beberapa program, di antaranya sosialisasi tentang kesehatan reproduksi terhadap perempuan ke pasantren, pencegahan HIV/AIDS di kabupaten/kota dan program pendidikan pra nikah bagi KUA di Aceh Besar dan Banda Aceh. (mhd)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7031