Percepatan Pembentukan KPA Nisel KPA Minta Bupati Peduli HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 09 November 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 07 November 2012

NIAS SELATAN: Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan dan advokasi ke Bupati Nias Selatan, Idealisman Dachi, dalam hal percepatan pembentukan KPA di Nias Selatan, Selasa (6/11) di rumah dinas Bupati Nisel Jalan Pancasila No 1 Telukdalam.

Kedatangan tim juga bertujuan meminta komitmen bupati dalam hal kepedulian HIV/AIDS termasuk persoalan sosialisasi peningkatan pemahaman secara komprehensif kepada remaja usia 15 tahun ke atas sesuai target MDGs 2015 point enam.

Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan Murniati Dachi, menyambut baik kunjungan tim KPA Propinsi Sumatera Utara dalam hal percepatan pembentukan tim KPA Kabupaten Nias Selatan dan sosialisasi peningkatan remaja tentang HIV/AIDS.

Hanya saja, Idealisman menegaskan, dalam penanggulangan ini kiranya antara Pemprovsu dan Pemkab Nias Selatan dapat berbagi tugas. “Apa yang menjadi tugas Pemkab Nias Selatan dan apa yang menjadi tugas Pemprovsu. Kalau hanya Pemprovsu hanya meng-SK-kan saja, lalu cerita, itu sama saja bohong namanya. Ayo kita sama-sama. Kalau memang perlu anggaran, berapa anggaran yang diperlukan,” sebutnya.

Dalam hal memberikan pelayanan, kiranya jangan hanya memandang dari segi anggaran saja, digaji atau tidak. “Pelayanan itu adalah panggilan jiwa dan pelayanan itu adalah untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Menurutnya, persoalan ini jangan dijadikan sebagai momok yang menakutkan dan jangan hanya sebatas pembentukan KPA Nias Selatan saja, tapi harus ada action dan sentuhannya.

“Yang paling penting adalah KPA Provsu dapat memaping dan melakukan pemeriksaan di daerah pariwisata seperti Sorake, Lagundri. Kemudian, pendataan orang yang melakukan transfusi darah. Tes saja orang-orang yang ada di sana, sehingga kita bisa benarkan seperti yang bapak bilang tadi tentang fenomena gunung es,” tuturnya kembali.

Dalam advokasi itu sendiri, Idealisman sendiri meyakini bahwa hal ini dapat dilakukan oleh pihaknya. Namun yang menjadi pertanyaannya, apa yang bisa KPA Provsu bantu kepada Pemkab Nias Selatan dalam hal penanggulangan HIV/AIDS di daerah tersebut.

“Misalkan memberikan leaflet dan nantinya itu akan dibagikan kepada seluruh siswa. Saya pastikan leaflet itu saya sebarkan ke siswa-siswi sekolah. Paling tidak mereka tau apa itu HIV/AIDS dan bagaimana cara penularannya,” tukasnya.

Namun yang paling ‘mendesak’ untuk dilakukan agar KPA membongkar data yang ada di rumah sakit berapa orang yang melakukan transfusi darah. “Dan kita memiliki kewenangan untuk itu. Di cek mereka. Kemudian datang ke tempat-tempat Sorake. Kita punya kewenangan hak memaksa dan membuat peraturan untuk wajib untuk dideteksi demi kepentingan umum,” yakinnya.

Menanggapi pernyataan Bupati Nisel ini, tim KPA Provsu akan segera memfollow-up komitmen bupati ini dengan baik dan segera merumuskan kembali seperti apa grand desainnya termasuk persoalan penyediaan leaflet dan melakukan sero survey di Kabupaten Nias Selatan. (don/rel)





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7046