539 Warga Kab. Subang Menderita HIV-AIDS
Tanggal: Friday, 09 November 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 09 November 2012

SUBANG - Sedikitnya 539 warga Kabupaten Subang tercatat sebagai penderita HIV-AIDS. Sebanyak 98 orang lainnya meninggal akibat terjangkit virus tersebut.

Koordinator Program Penanggulangan Infeksi Menular Seksual dan HIV-AIDS pada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Suwata mengungkapkan, angka tersebut berdasarkan pendataan dari tahun 1999 hingga Oktober 2012. Dari 539 orang, 296 di antaranya positif HIV dan 303 orang lainnya mengidap AIDS.

“Sebanyak 59 persen penderita dari kalangan perempuan dan 41 persen laki-laki. Jumlah penderita di Subang menempati urutan keenam terbanyak di Jawa Barat,” katanya.

Penularan tertinggi, menurut Suwata masih disebabkan oleh hubungan seksual, yakni sebanyak 426 kasus atau 79 persen, diikuti dengan jarum suntik sebanyak 69 kasus (13 persen), hubungan seks menyimpang 24 kasus (4 persen), ibu hamil 19 kasus, dan 1 kasus melalui transfusi.

Dari segi profesi, penualaran virus mematikan HIV-AIDS di Subang telah menyerang semua kalangan. Angka penularan tertinggi melanda kalangan wanita pekerja seks dengan 216 kasus, ibu rumah tangga 78 kasus, wiraswasta 61 kasus. Sejumlah kasus lainnya melanda para narapidana, buruh, waria, anak-anak, pengangguran, petani, dan sopir.

Dari segi usia, virus ini kebanyakan menjangkiti warga yang berusia 20-29 tahun yakni sebanyak 300 kasus, diikuti usia 30-39 tahun dengan 145 kasus, dan 40-49 tahun dengan 42 kasus.

“Yang mengejutkan, penderita usia minus satu tahun ada tujuh kasus, 5-14 tahun tercatat tiga kasus dan usia 15 hingga 19 tahun sebanyak 24 kasus,” ujar Suwata.

Penularan virus HIV-AIDS juga sudah tersebar di semua daerah di Kabupaten Subang, seperti di wilayah pantai utara (pantura), di antaranya, Pusakanagara, Legonkulon, Pamanukan, Sukasari, dan Ciasem.

Di wilayah tengah, virus ini tersebar di daerah Cibogo dan Subang kota, serta Kecamatan Ciater di wilayah selatan Subang.

Untuk mengantisipasi semakin menjamurnya serangan HIV/AIDS di daerahnya, Suwata mengaku sudah mendirikan sistem layanan komprehensif di lima klinik komprehensif, yakni di Puskesmas Sukarahayu, Binong, Pamanukan, Rumah Sakit Ciereng dan Dinkas Kesehatan.

“Kami juga menyediakan mobil klinkik dengan pelayanan konseling, pemeriksaan dan pengobatan,” katanya.

Salah satu klinik, yakni Klinik Medone dan Klinik Sinar di Puskesmas Sukarahayu saat ini melayani pengobatan 35 penderita HIV-AIDS, tetapi yang rutin mengambil obat hanya 12 orang.

“Dengan pelayanan ini, tingkat kepercayaan diri mereka sudah cukup baik, terbukti dengan penampilan mereka yang tidak seperti penderita HIV-AIDS,” kata dr. Tirama Silalahi, salah seorang petugas yang melayani penderita HIV-AIDS. (A-192/A-89)***





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7049