Kasus HIV/AIDS di Ngawi Didominasi Ibu Rumah Tangga
Tanggal: Friday, 09 November 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 09 November 2012

Kemungkinan terbesar, para ibu rumah tangga tertular dari suaminya yang suka berhubungan seks dengan orang selain istrinya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mencatat, ibu rumah tangga mendominasi kasus HIV/AIDS sejak pertama ditemukan pada tahun 2002 di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Ngawi, Endah Pratiwi, hari ini, mengatakan, sejak tahun 2002 hingga akhir tahun 2012, tercatat sebanyak 45 orang meninggal dunia akibat HIV AIDS di wilayahnya.

"Dari jumlah kasus kematian akibat HIV/AIDS tersebut semuanya berstatus ibu rumah tangga," ujar Endah Pratiwi kepada wartawan.

Menurut dia, para ibu rumah tangga tersebut terkena HIV/AIDS karena tertular dari suaminya yang kemungkinan suka melakukan hubungan seks bebas dengan orang selain istrinya.

Selain itu, para ibu rumah tangga pasien HIV/AIDS tersebut, rata-rata baru mendapatkan penanganan medis setelah kondisinya parah yakni pada stadium tiga dan empat, sehingga mengakibatkan angka kematian dari kasus HIV/AIDS di Ngawi tergolong tinggi.

Endah menjelaskan, kasus HIV/AIDS di Ngawi terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat, pada tahun 2008 ada lima temuan kasus HIV/AIDS, tahun 2009 terjadi lonjakan temuan kasus HIV/AIDS menjadi 14 kasus, dan pada 2010 ditemukan empat kasus.

"Terhitung sampai akhir tahun 2011 ada 82 kasus HIV/AIDS, namun kalau dihitung sampai tahun ini mungkin jumlahnya sudah ratusan penderita. Sebagian memang masih bertahan hidup dan terus kami pantau," kata Endah Pratiwi.

Ia menilai, faktor penyebaran virus penyakit mematikan tersebut lebih cenderung karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti hubungan seks bebas dan penggunaan narkotika dengan jarum suntik. Sedangkan sisanya bisa karena transfusi darah, hubungan anak dalam kandungan ibu, dan lainnya.

Rata-rata, lanjutnya, para penderita HIV/AIDS di Ngawi adalah warga wilayah setempat yang pernah pergi ke luar daerah atau bekerja di luar negeri.

Seandainya dideteksi dan ditangani sedini mungkin, penderita HIV/AIDS bisa bertahan hidup cukup lama.

Guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut, Dinas Kesehatan setempat terus berupaya menyosialisasikan ke masyarakat agar tetap waspada terhadap perilaku yang berisiko tertular HIV/AIDS.





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7052