Karim mengungkapkan, pokja tersebut dibentuk oleh KPA Ketapang pada awal Agustus 2012 lalu, pokja selama ini telah berupaya semaksimal mungkin menyikapi, menyiasati dan meminimalisir penyebaran virus HIV/AIDS di lokasi tersebut dengan mengadakan beberapa kali pertemuan dengan para pemilik dan pekerja café, agar bersama-sama ikut berpartisipasi dalam penanggulangan penyebaran virus ini.

"Pokja dalam berkerja tidak mendapatkan imbalan atau gaji, dengan adanya kejadian ini artinya pokja tidak ada fungsinya,’’kata dia.

Karim menyakini, sabagus apa pun program yang dibuat dalam menangulangi penyebaran virus ini tidak akan berhasil jika tidak di dukung oleh semua pihak terkait.">


Pojka HIV/AIDS Ketapang Ancam Bubarkan Diri
Tanggal: Wednesday, 14 November 2012
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 09 November 2012

KETAPANG
- Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Ketapang yang berlokasi di pasar Rangga Sentap mengancam akan membubarkan diri.

Hal ini dipicu karena pengambilan sampel darah yang dilakukan pokja tersebut dihentikan dan dinilai tidak sah.

Ketua Pokja Rangge Sentap A Karim mengatakan, Pokja akan membubarkan diri karena baru 27 orang yang diambil sampel darahnya, Selasa (6/11/2012) lalu, tiba-tiba datang seorang konselor Tiara/Sumiati dan menghentikan kegiatan tersebut.

‘’Dengan berbagai argumenya, ia menghentikan pengambilan sampel darah tersebut dan beralasan bahwa kegiatan yang dilaksanakan Pokja Rangga Sentap tidak sah, apakah ada kepentingan yang lebih besar di balik itu?" Kata Karim Jumat (9/11/2012).

Karim mengungkapkan, pokja tersebut dibentuk oleh KPA Ketapang pada awal Agustus 2012 lalu, pokja selama ini telah berupaya semaksimal mungkin menyikapi, menyiasati dan meminimalisir penyebaran virus HIV/AIDS di lokasi tersebut dengan mengadakan beberapa kali pertemuan dengan para pemilik dan pekerja café, agar bersama-sama ikut berpartisipasi dalam penanggulangan penyebaran virus ini.

"Pokja dalam berkerja tidak mendapatkan imbalan atau gaji, dengan adanya kejadian ini artinya pokja tidak ada fungsinya,’’kata dia.

Karim menyakini, sabagus apa pun program yang dibuat dalam menangulangi penyebaran virus ini tidak akan berhasil jika tidak di dukung oleh semua pihak terkait.

"Agar keberadaan pokja kami tidak mengusik kepentingan konselor khususnya Tiara/ Sumiati maka penggurus pokja dengan besar hati akan membubarkan diri, kami juga minta maaf kepada KPA Ketapang yang tidak sanggup menjalankan tugas yang diberikan walaupun tugas ini sangat mulia," pungkas Karim.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7055