"Mereka yang terdeteksi positif HIV/AIDS tahun ini sebanyak tujuh orang, itupun secara tidak sengaja ditemukan saat dilakukan pemeriksaan darah saat donor darah," katanya.

Syarifuddin pun khawatir jumlah penderita HIV/AIDS di Bumi Saraba Kawa ini yang belum terdeteksi bisa lebih banyak. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan bisa berperan aktif dalam pencegahan HIV/AIDS.

Para petugas medis baik di puskesmas maupun rumah sakit diimbau untuk memantau para penderita HIV/AIDS, dan melakukan pendataan terhadap penderita baru. Terutama bagi pengguna narkoba dan pelaku seks bebas yang rawan tertular penyakit mematikan ini, juga dihimbau untuk benar-benar memahami bahaya HIV/AIDS.

"Penggunaan narkoba dan perilaku seks bebas saat ini cukup marak karena itu angka penderita HIV/AIDS pun meningkat," tambahnya.

Sebagai upaya pencegahan penyakit ini, Dinas Kesehatan akan melaksanakan seminar tentang HIV/AIDS bagi kalanga PNS, karyawan swasta hingga masyarakat.

Untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS, Dinkes setempat mendapatkan dukungan dana dari PT Adaro Indonesia sebesar Rp70 juta.">


Jumlah Penderita HIV/AIDS Tabalong Bertambah 7 Orang
Tanggal: Wednesday, 14 November 2012
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 12 November 2012

Tanjung: Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Kalimantan Selatan, Dr Syarifuddin Baseri SpOG, mengatakan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di daerah itu meningkat menyusul ditemukannya tujuh penderita yang positif terjangkit penyakit mematikan tersebut.

"Pada tahun sebelumnya, kasus HIV/AIDS di Tabalong mencapai 12 orang," jelas Syarifuddin di Tanjung, Senin (12/11).

"Mereka yang terdeteksi positif HIV/AIDS tahun ini sebanyak tujuh orang, itupun secara tidak sengaja ditemukan saat dilakukan pemeriksaan darah saat donor darah," katanya.

Syarifuddin pun khawatir jumlah penderita HIV/AIDS di Bumi Saraba Kawa ini yang belum terdeteksi bisa lebih banyak. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan bisa berperan aktif dalam pencegahan HIV/AIDS.

Para petugas medis baik di puskesmas maupun rumah sakit diimbau untuk memantau para penderita HIV/AIDS, dan melakukan pendataan terhadap penderita baru. Terutama bagi pengguna narkoba dan pelaku seks bebas yang rawan tertular penyakit mematikan ini, juga dihimbau untuk benar-benar memahami bahaya HIV/AIDS.

"Penggunaan narkoba dan perilaku seks bebas saat ini cukup marak karena itu angka penderita HIV/AIDS pun meningkat," tambahnya.

Sebagai upaya pencegahan penyakit ini, Dinas Kesehatan akan melaksanakan seminar tentang HIV/AIDS bagi kalanga PNS, karyawan swasta hingga masyarakat.

Untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS, Dinkes setempat mendapatkan dukungan dana dari PT Adaro Indonesia sebesar Rp70 juta.

Tahun sebelumnya, kasus HIV/AIDS di Tabalong mencapai 12 orang, dan RSUD H Badaruddin Tanjung telah melengkapi komponen pencegahan penularan HIV/AIDS berupa alat voluntary counseling testing (VCT).(Ant/DNI)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7057