Seluruh PNS Karanganyar Jalani Pemeriksaan HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 16 November 2012
Topik: HIV/AIDS


Suara Merdeka, 14 November 2012

KARANGANYAR – Setelah dua orang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Karanganyar dinyatakan positif terkena HIV/AIDS, Bupati Rina Iriani menginstruksikan seluruh PNS diharuskan mengikuti pemeriksaan urine dan darah.

"Tentu fokusnya pada kemungkinan terkena HIV/AIDS atau tidak, atau paling tidak apakah ada yang terjerat narkoba. Saya khawatir jangan-jangan tidak hanya dua itu yang terkena," kata Bupati Rina Iriani usai inspeksi mendadak ke Kecamatan dan Puskesmas Colomadu.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya sudah mencoba mengingatkan seluruh PNS dan juga seluruh masyarakat Karanganyar, akan bahaya penyakit yang belum ditemukan obatnya itu. Namun ternyata perkembangannya justru semakin memprihatinkan.

"Kalau melihat jumlahnya yang semakin banyak, saya sangat prihatin. Dari mana sebetulnya mereka terjangkit penyakit itu ? Apakah dari Karanganyar sendiri atau dari luar yang kemudian dibawa dan menyebar ke warga Karanganyar?" tanyanya.

Terlebih lagi PNS yang terkena penyakit itu. Artinya mereka masih terus harus dibina. Jika memang niat berbuat yang melanggar norma agama dan juga norma masyarakat itu tidak bisa terkendalikan, toh sudah ada alat pengaman agar tidak menularkan ke orang lain.

"Kami juga bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, agar mengingatkan masyarakat jangan sampai berdekatan dengan tindakan yang menjadikan terjangkitnya HIV/AIDS. Penyadaran ini tugas bersama," tegas Ria.

Arena itulah nantinya semua PNS akan diperiksa. Karena biayanya yang besar, maka akan dilakukan secara bertahap. "Untuk mengawali, mungkin para pejabat dulu, misalnya eselon II dan III, atau malah kita balik petugas yang ada di lapangan dulu," kata dia.

Jika dihitung ada 14.000 PNS di Karanganyar, memang membutuhkan dana sangat besar untuk pemeriksaan HIV/AIDS. Karena itu harus dilakukan bertahap. Namun kalau bisa tahun 2013 sudah harus dilaksanakan sebagian.

"Pokoknya saya ingin ada hasilnya, ada kejelasan berapa PNS yang sampai terkena HIV/AIDS. Jangan sampai mereka yang terkena tidak diketahui dan akhirnya malah semakin menyebar. Ini akan membuat prihatin semuanya," tandasnya.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7070