Pengidap HIV di Kuningan Meningkat
Tanggal: Thursday, 22 November 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 21 November 2012

KUNINGAN - Penularan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab Aids di Kab. Kuningan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Dan, hingga akhir September 2012 jumlah kasus orang yang tertular virus penurun kekebalan tubuh itu, sudah mencapai 113 orang.

Kondisi tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kab. Kuningan H. Toto Toharudin dalam acara Seminar Sehari Wanita Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kuningan di rumah makan Lembah Ciremai, Kab. Kuningan, Rabu (21/11).

Toto Toharudin yang juga Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat di Sekretariat Daerah Pemkab Kuningan, dalam seminar bertajuk "Peran Wanita PGRI dalam Mewujudkan Keluarga Sehat Sejahtera" itu menyebutkan, kasus HIV/AIDS di Kuningan pertama kali ditemukan hanya satu kasus/orang pada tahun 2004.

Selanjutnya berdasarkan hasil sero survey, jumlah pengidap HIV di Kuningan sejak tahun 2004 hingga 2010 bertambah menjadi 88 kasus. Dan, sampai September 2012 jumlah pengidap HIV/ Aids di Kuningan telah meningkat lagi menjadi 113 kasus.

"Sebanyak 18 kasus di antaranya ditemukan pada tahun 2012 sampai akhir September 2012," kata Toto Toharudin yang bertindak sebagai salah seorang nara sumber pemberi materi dalam seminar tersebut, seraya menyebutkan 14 orang diantaranya sudah diberi penanganan ARV (antiretrovirus) HIV.

Ia menuturkan, dari 113 kasus pengidap virus tersebut, enam orang di antaranya kini telah meninggal dunia. Enam orang pengidap HIV yang telah meninggal dunia itu, menurut Toto, termasuk di antara 14 orang pengidap HIV yang telah diketahui pasti identitasnya dan telah diberi ARV.

Toto lebih lanjut mengungkapkan, pengidap HIV di Kab. Kuningan itu, mencakup berbagai kalangan dan tingkat usia masyarakat. Di antaranya, ada yang berstatus narapidana, mahasiswa, pekerja seks komersial (PSK), ibu rumah tangga, dan ada juga guru.

Menyikapi hal itu, Toto Toharudin, dalam seminar tersebut mengajak kepada kalangan guru anggota PGRI Kuningan, untuk turut aktif mencegah berkembangnya penularan HIV di Kab. Kuningan. Misalnya dengan cara meningkatkan pendidikan agama terhadap anak-anak didik di sekolah dan di lingkungan keluarga, menggali dan menyampaikan wawasan mengenai penyebab serta cara mengantisipasi penularan virus tersebut.

"Kita semua harus terlibat. Ini (penanggulangan HIV/AIDS, adalah tanggungjawab bersama," kata Toto Toharudin. (A-91/A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7093