Penting Mengenalkan HIV/AIDS pada Siswa
Tanggal: Wednesday, 28 November 2012
Topik: HIV/AIDS


Jambi Ekspress, 24 November 2012

JAMBI - Saat ini pengetahuan siswa SMA/SMK di Jambi tentang Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) yang menyerang sistem kekebalan tubuh menjadi lemah sangatlah kurang. Padahal HIV/AIDS merupakan penyakit yang sangat mematikan.

Makanya LSM SIKOK memberikan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan beberapa waktu lalu mengadakan sosialisasi di SMK IX Lurah Kota Jambi. Koordinator Program Dance4Life Kota Jambi, Mirna Novita mengatakan LSM SIKOK Kota Jambi memiliki beberapa program rutin setiap hari.

“Dengan mendatangi seluruh sekolah yang ada di Kota Jambi dan maka kita memberikan penyuluhan tentang pengetahuan siswa terhadap bahaya virus HIV/AIDS dan pengetahuan siswa masih sangat kurang tentang masalah HIV/AIDS,” sebut Mirna, kemarin.

Target dari penyuluhan tentang bahaya virus HIV/AIDS ini adalah agar siswa SMA/SMK dapat memahami lebih jauh tentang bahayanya virus mematikan ini. Oleh sebab itu, sejak dini mungkin pengetahuan siswa sudah diberikan. "Bukan siswa SMA saja, siswa SMP juga kita berikan pengetahuan tentang HIV/AIDS," akunya.

Saat memberikan materi penyuluhan tentang bahaya virus HIV/AIDS, maka materi pertama yang diberikan ialah tentang percaya diri yang banyak remaja alami akibat dari pengaruh hormon progesteron dan endosteron buat perempuan dan testosteron buat laki-laki yang sedang bekerja.

Akibatnya mereka kadang tidak percaya kalau tubuhnya sedang mengalami pertumbuhan dan perubahan yaitu puberitas yang ditandai perempuan dengan menstruasi dan laki-laki mimpi basah. Mereka sangat antusias dan malu-malu ketika siswa laki-laki memaparkan perubahan tubuh perempuan dan perempuan memaparkan tubuh laki-laki.

Tidak hanya materi percaya diri saja yang diberikan, karena setelah mengalami perubahan ditubuh mereka, perubahan sosial yang paling menonjol adalah mereka mengalami ketertarikan dengan lawan jenis, biasanya ini disebut dengan pacaran.

Sangat baik untuk menekankan bahwa selain berpacaran, mereka melakukan aktivitas seksual mulai dari berpengangan tangan, memeluk, mencium, meraba-raba, bahkan melakukan hubungan seksual.

Permasalahan remaja yang paling sering dihadapi adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, putus sekolah, tertular PMS (penyakit menular seksualsifilis, GO, Klamidia) HIV/AIDS dan kematian.

“Untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan inilah saya mengingatkan mereka untuk berhati-hati karena memang selalu pihak perempuan yang dirugikan,” jelasnya.

Dengan kegiatan seperti ini, maka diharapkan sekolah lain juga mau memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS kepada siswanya. Tujuan agar siswa tau dan bertanggung jawab terhadap dirinya akan aktivitas yang berisiko.

Sumber: http://www.jambiekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7103