Penularan HIV/AIDS di Banjarmasin Dikhawatirkan Meningkat
Tanggal: Wednesday, 28 November 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 26 November 2012

Dalam 6 bulan terakhir sudah terlihat peningkatan penularan kasus penyakit HIV/AIDS.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memperkirakan, dalam 5 tahun ke depan, penularan penyakit HIV/AIDS akan meningkat. Hal tersebut diutarakan Kepala Dinkes Banjarmasin drg Diah R Praswati, Senin (26/11), di Banjarmasin.

Menurut drg Diah, perkiraan tersebut terjadi karena fenomena "gunung es". Ketika terdeteksi 1 kasus, akan ada 100 orang lain yang tertular penyakit ini, namun dalam keadaan tersembunyi.

Karenanya, menurut drg Diah, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk menangkal melebarnya penularan penyakit tersebut, karena kalau tidak dikendalikan, jumlah kasus penyakit ini bisa meningkat berkali-kali lipat.

Dalam perhatian drg Diah, jumlah kasus penyakit ini kian mengkhawatirkan karena terus mengalami peningkatan jumlah kasus. Dalam kurun 6 bulan, jumlah kasus HIV meningkat dari dari 52 kasus menjadi 57 kasus, sementara jumlah kasus penularan penyakit AIDS, yang tadinya 33 kasus menjadi 107 kasus.

Melihat kasus tersebut, Pemkot Banjarmasin membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai HIV/AIDS ini yakni Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pengendalian HIV/AIDS.

Selain itu Banjarmasin juga membentuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang tugas pokoknya memberikan penyuluhan dan sosialisasi guna menghindari berbagai kegiatan yang bisa terjangkit penyakit tersebut. KPA diharapkan menggalang berbagai pihak lain untuk bekerjasama memerangi penyakit yang menyebabkan hilangnya kekebalan tubuh tersebut.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7106