Sosialisasi AIDS Masif Hingga ke Sekolah Melalui Pelajaran Penjaskes
Tanggal: Wednesday, 28 November 2012
Topik: Narkoba


detikHealth, 27 November 2012

Yogyakarta, HIV/AIDS termasuk ke dalam daftar penyakit yang paling ditakuti karena sampai sekarang belum dapat disembuhkan. Berbagai obat hanya mampu menekan jumlah virus HIV/AIDS dalam tubuh penderitanya. KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) terus menerus melakukan sosialisasi untuk mencegah semakin banyaknya orang yang tertular HIV/AIDS, termasuk sampai ke sekolah.

Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, KPA kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko tertularnya HIV/AIDS. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang terjadi karena kerusakan sistem kekebalan tubuh akibat infeksi virus yang menyerang sel darah putih.

Virus tersebut akan terus menetap dalam tubuh pasien HIV hingga akhir hayatnya. Lama-kelamaan HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri karena sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.

HIV/AIDS dapat ditularkan melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi HIV oleh pemakai narkoba atau perawatan kesehatan, transfusi darah, kehamilan (ibu kepada bayinya), dan terjadinya luka akibat pemakaian benda yang telah digunakan oleh pasien AIDS.

Jumlah pasien AIDS terus meningkat karena orang yang telah positif memiliki AIDS selamanya akan berstatus sebagai pasien, sehingga jumlah pasien AIDS bersifat kumulatif. Kementerian kesehatan melaporkan bahwa hingga bulan Maret 2012, jumlah pasien AIDS mencapai 30.430 orang dan 82.870 orang dengan HIV yang tersebar dalam 33 provinsi di Indonesia.

Dari total kasus AIDS tersebut, diketahui sebesar 3.368 kasus AIDS dialami oleh ibu rumah tangga. Resiko penularan HIV/AIDS tidak hanya terbatas pada populasi berisiko tinggi, tetapi juga dapat menular pada istri melalui hubungan seksual dan bahkan pada anak karena kehamilan.

"Jumlah kasus HIV/AIDS sendiri di provinsi Yogyakarta sampai Juni 2012 sebanyak 1.797 kasus, dengan 1.036 HIV dan 761 AIDS. Dari total kasus tersebut, sekitar 33 persen terjadi pada perempuan dan sebanyak 189 dialami oleh ibu rumah tangga," kata Drs. A. Riswanto, M.Si, sekretaris KPA provinsi Yogyakarta, dalam acara temu media di Yogyakarta, Selasa (27/11/2012).

Oleh karena itu, KPA nasional mengimbau seluruh KPA di tiap provinsi untuk lebih gencar kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya HIV/AIDS dan agar menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan tertular virus tersebut.

Tema peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2012 ini adalah "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS". Tema ini dimunculkan mengingat bahwa makin meningkatnya jumlah kasus HIV dan AIDS pada perempuan, yang tidak berperilaku seksual berisiko tinggi namun tertular HIV dari pasangan tetapnya yang mungkin berperilaku seksual berisiko.

KPA akan kembali melakukan sosialisasi terhadap ibu-ibu PKK di setiap daerah agar lebih waspada terhadap HIV/AIDS dengan melakukan praktek seks yang aman dan diharapkan dapat memberikan pendidikan terhadap anaknya agar menjauhi seks bebas dan narkoba.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan gerakan sosialisasi tentang HIV/AIDS di sekolah-sekolah mulai kelas XI melalui mata pelajaran Penjaskes (Pendidikan jasmani dan kesehatan). Kurikulum yang telah disiapkan adalah agar siswa dapat memahami bahaya HIV/AIDS, cara penularannya, dan bagaimana menghindarinya.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7114