Surat untuk Jokowi & Ahok dari Orang dengan HIV/AIDS
Tanggal: Saturday, 01 December 2012
Topik: HIV/AIDS


detik.com, 29 November 2012

Jakarta, Kartu Jakarta Sehat yang diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) disambut baik berbagai kalangan, tak terkecuali Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menjelang peringatan Hari AIDS se-dunia, ODHA meminta perhatian lebih dari Pak Gubernur dan Pak Wagub DKI.

Berikut ini surat dari ODHA untuk Jokowi dan Ahok yang ditulis oleh Indonesia AIDS Coalition, Kamis (29/11/2012):

Dear Pak Jokowi dan Ahok,

Pertama-tama, mewakili ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) serta kelompok terdampak AIDS lainnya yang tinggal di Jakarta, kami mengucapkan selamat atas terpilihnya bapak berdua menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur propinsi DKI. Kami memberanikan menulis surat ini guna menarik sedikit perhatian Bapak akan isu penanggulangan AIDS ditengah kesibukan bapak berdua mengelola persoalan macet, banjir, kartu sehat dan segala problematika lain di Jakarta.

Oh iya pak, kalau boleh kami ingatkan, Gubernur DKI selama ini biasanya menjadi ketua dari Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi (KPAP) DKI Jakarta. Kami dalam kesempatan memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya ingin menyampaikan aspirasi kami kepada Bapak selaku gubernur kami dan juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi.

Dear Pak Jokowi dan Ahok,

Kami yakin bahwa bapak berdua sudah tahu dan waspada dengan peningkatan angka kasus infeksi baru HIV dan AIDS di DKI Jakarta. Selama kurun waktu 6 bulan di tahun 2012 ini, ada 1.122 kasus baru infeksi HIV yang terjadi di Jakarta. Data kumulatif yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan sendiri juga mencatat total kumulatif ada 20.775 kasus infeksi HIV dan 5.118 kasus AIDS di DKI Jakarta. Yang lebih mengenaskan, di RS Poli Pendidikan Khusus (Pokdisus) AIDS di RSCM setiap bulannya didatangi oleh lebih dari 200 anak dengan infeksi HIV ini.

HIV dan AIDS sudah menjadi masalah yang serius Pak di Jakarta. Angka kasus yang terdata ini baru merupakan pucuk gunung es, namun diyakini bahwa angka yang sesungguhnya akan jauh lebih besar dari pada itu. Memang jika dibandingkan dengan total penduduk Jakarta, jumlah ini kecil namun angka ini adalah manusia dan penduduk DKI Jakarta. Bahkan banyak diantaranya ibu rumah tangga dan anak tidak berdosa.

Dear Pak Jokowi dan Ahok,

Kami juga mencatat bahwa banyak hal yang sudah dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS di DKI Jakarta. Tersediannya anggaran yang besar dan dikelola Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi DKI Jakarta sedikit menjadi bukti keseriusan Pemprov DKI menanggani persoalan ini. Kabarnya lebih dari 14 miliar/tahun digelontorkan untuk program penanggulangan AIDS ini di DKI meskipun harus dicatat pula jika pengelolaan dana ini masih kurang transparan dan kerap kali tidak tepat sasaran.

Kami juga ingin mengapresiasi kehadiran kartu sehat yang baru saja Bapak luncurkan. Ini sedikit membantu kami namun juga ada beberapa hal yang kami butuhkan sehubungan dengan kartu sehat ini. Ada beberapa tes rutin penunjang keberhasilan terapi obat ARV yang kami konsumsi setiap hari dan harganya tidak terjangkau oleh sebagian besar dari kami. Tes seperti CD4 dan Viral Load yang sebenarnya sangat dibutuhkan ODHA secara rutin, menjadi mimpi di siang bolong dikarenakan harganya tidak terjangkau bagi kebanyakan kami yang berasal dari kelompok miskin.

Tidak semua dari kami orang yang malas berusaha Pak. Tapi sayangnya, banyak kebijakan baik di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah yang masih memberlakukan syarat bebas HIV untuk bisa diterima bekerja. Bahkan, bukan sekali dua kali rekan ODHA yang ketahuan terdiagnosa HIV lantas dikeluarkan dari tempat kerjanya.

Bagi ODHA yang berasal dari kelompok mampu pun, bukan berarti masalahnya selesai Pak. Kami tetap saja mendapatkan diskriminasi yang hebat. Mulai dari asuransi swasta yang menolak kami, penolakan perawatan dengan alasan tidak adanya kamar sampai dengan ditolaknya anak kami untuk bersekolah.

Wah, pokoknya susah deh Pak menjadi ODHA. Ya bukan hanya di DKI Jakarta saja sih, namun setidaknya jika kondisi di DKI Jakarta yang ibu kota negara saja seperti ini, bagaimana dengan kondisi di daerah lainnya.


Dear Pak Jokowi dan Ahok,

Di Hari AIDS Sedunia nanti, kami ingin sekali Bapak berdua mau sedikit menaruh perhatian kepada persoalan yang dihadapi oleh ODHA ini. Beberapa pesan kami antara lain:

Mohon diinstruksikan agar Kartu Jakarta Sehat bisa pula digunakan untuk menanggung biaya tes penunjang keberhasilan terapi ARV pada ODHA seperti tes CD4 dan tes Viral Load.

Mohon diinstruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk mulai mensosialisasikan penghapusan syarat bebas HIV sebagai bagian dari pra syarat penerimaan pegawai di perusahaan swasta.

Mohon diinstruksikan Dinas Pendidikan Nasional agar memonitor sekolah-sekolah untuk tidak diskriminatif kepada siapapun termasuk ODHA.

Tindak tegas perusahaan maupun instansi pemerintah yang memecat karyawannya dengan alasan terdiagnosa terinfeksi HIV.

Awasi penggunaan anggaran di KPAP DKI Jakarta sehingga bisa lebih tepat sasaran dalam program yang dilakukan.

Demikian sedikit uneg-uneg dari kami Pak. Semoga ini bisa menjadi perhatian dari Bapak berdua.


Selamat menjalankan tugas Pak Jokowi dan Ahok.

Mari kita bersama wujudkan Jakarta Baru!

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7128