108 Orang di Jateng Meninggal karena HIV/AIDS
Tanggal: Saturday, 01 December 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 30 November 2012

SEMARANG - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sejak Januari hingga September 2012 tercatat sebanyak 108 penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah meninggal dunia. Sedangkan jumlah kasus HIV/AIDS di tahun ini diketahui sebanyak 946 orang, dan 580 di antaranya sudah positif AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Anung Sugihantono pada Jumat (30/11/2012) mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS itu yang terdata. Diperkirakan masih banyak penderita yang belum terdata. "HIV/AIDS memang perlu diwaspadai karena menyerang kekebalan tubuh. Penyakit ini termasuk menular dan hati-hati pada ibu hamil yang terdeteksi mengidap karena bisa jadi menularkan virus ke janinnya. Ini akan menjadi fokus kami ke depan," katanya.

Berdasarkan data tersebut, penderita HIV lebih banyak didominasi perempuan, sedangkan AIDS didominasi oleh kaum laki-laki. Berdasarkan kelompok umur, penyakit ini lebih banyak menyerang kelompok produktif antara usia 25-34 tahun. Perilaku heteroseksual ungkapnya masih menjadi penyebab utama penularan HIV/AIDS di Jawa Tengah.

Sepanjang tahun ini penderita menurutnya banyak juga yang ibu rumah tangga dengan presentase 25 persen dari jumlah penderita. "Sebab itu terus digencarkan kegiatan Voluntary Conselling Test (VCT) ke masyarakat. Hal ini sebagai upaya perubahan perilaku dan pencegahan, serta upaya penemuan penderita baru," katanya.

Hal ini ungkapnya dilakukan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berdasarkan hasil dari VCT tersebut diketahui Kota Semarang tertinggi jumlah penderita HIV/AIDS dengan 110 kasus sepanjang Januari-September 2012. Rencana, ke depan Dinkes Jateng akan mengembangkan layanan komprehensif berkesinambungan di beberapa wilayah yang rentan penularan. Selain itu juga pelatihan dan regulasi serta strategi rencana aksi daerah HIV/AIDS tahun 2013-2018.

Sementara itu, Direktur LSM Kalandara Yacobus Kristono mengatakan, dukungan pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi HIV/AIDS beberapa tahun terakhir semakin meningkat dan bagus. Hal ini ungkapnya yang membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mulai bisa terbuka di komunitasnya dan di masyarakat.

"ODHA itu kan juga manusia, mereka punya hak yang sama seperti kita. Dukungan masyarakat dan pemerintah serta stakeholder inilah yang penting untuk pemberdayaan mereka juga, serta untuk penanggulangan dan pencegahan," katanya.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7136