Tujuh Penderita HIV/AIDS di Boyolali Meninggal
Tanggal: Monday, 03 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 30 November 2012

BOYOLALI - Kasus HIV/AIDS di Boyolali mengkhawatirkan. Selama tahun 2012, jumlah kasus mencapai 33 orang atau meningkat 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Syamsudin didampingi Kabid Pengendalian, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Boyolali, Achmad Muzayin, tahun sebelumnya tercatat 25 kasus dengan jumlah penderita meninggal dunia 12 orang. "Tahun ini, jumlah penderita yang meninggal sebanyak 7 orang," ungkapnya, Jumat (30/11).

Satu dari tujuh penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia berusia di bawah 15 tahun. Dari 26 penderita lainnya yang masih hidup, dua di antaranya adalah bayi berusia masing-masing dua bulan, tiga bulan dan tiga anak berusia di bawah lima tahun (balita).

Dijelaskan, satu penderita berstatus sebagai PNS. Beberapa penderita lainnya antara lain berprofesi sebagai buruh, sopir, pegawai swasta, wiraswasta, guru, petani, pedagang, termasuk Ibu Rumah Tangga (IRT). "Faktanya, jumlah penderita dari kalangan IRT paling banyak. Mereka merupakan pasangan dari pasangan risti (risiko tinggi). "

Sebagian penderita HIV/AIDS tertular penyakit tersebut akibat hubungan seksual bebas atau free sex, termasuk di antaranya heteroseksual. "Dulu ada stigma bahwa penyakit tersebut akibat perbuatannya sendiri, khususnya para pelaku free sex. Kini, muncul stigma baru, bahwa pasangan dari pelaku free sex tersebut juga memiliki risti tertular penyakit tersebut."

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7156