Orang Dengan HIV/AIDS Meningkat di Aceh, Pelayanan Kesehatan Minim
Tanggal: Monday, 03 December 2012
Topik: HIV/AIDS


The Globe Journal, 30 November 2012

Lhokseumawe - Yayasan permata Atjeh Lhokseumawe menyebutkan sedikitnya 150 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak mendapatkan perawatan yang memadai.

"Ini dikarenakan minimnya fasilitas dan pelayana medis yang ada di rumah sakit. Disamping itu mereka ada yang masih takut untuk melaporkan kepada dinas bahwa dirinya telah terjangkit HIV," pungkas Manager Yayasan Permata Atjeh Chaidir kepada The Globe Journal Jum'at (30/11/2012).

Dikatakannya lagi, harusnya hal kenyataan itu tidak terjadi Aceh. penanganan ODHA harus dilakukan secara intensif dan professional. Perluasan layanan konsultasi, layanan medis, ARV, dan kebutuhan terkait lainnya merupakan urgensi yang harus diutamakan oleh pemerintah.

Di satu sisi, Chaidir tak menampik pekerja medis pemerintah kesulitan mendeteksi ODHA yang belum berani mengakui adanya virus tersebut dalam tubuhnya. Bukan tanpa alasan. Kondisi sosial dan budaya mayarakat Aceh masih jauh dari yang diharapkan. ODHA masih dianggap aib masyarakat sehingga fenomena gunung es masih terjadi.

"Diskriminasi dan tekanan dari masyarakat terhadap para penderita penyakit AIDS, juga menjadi salah satu kendala utama bagi seseorang penderita untuk melaporkan bahwa dirinya telah terjangkit HIV/AIDS," tukas Chaidir.

Chaidir berharap, peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember nanti bisa memperbaiki keseluruhan sistem pelayanan kesehatan terhadap ODHA. Dirinya juga berharap informasi mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak terhadap HIV dan AIDS dapat ditingkatkan. [005]

Sumber: http://www.theglobejournal.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7158