Melawan HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 03 December 2012
Topik: HIV/AIDS


Suara Karya, 01 Desember 2012

Hari Sabtu (1/12) ini diperingati sebagai Hari HIV/AIDS di seluruh dunia. Peringatan itu berlangsung untuk mengingatkan warga dunia tentang sebuah virus yang keganasannya perlu mendapat perhatian serius. HIV/AIDS adalah "makhluk" berupa virus yang baru ditemukan di Afrika sekitar tahun 1983. Yang menemukan bukan orang Afrika sendiri, melainkan seorang ilmuwan asal Prancis, Jean Claude Chermann dan Frangoise Barri-Sinoussi, melalui proses isolasi dari seorang penderita sindrom limfadenopati. Oleh karena itu, virus itu disebut ALV (lymphadenopathy-associated virus). Bersama rekan ilmuwan lainnya, Luc Montagnier, dibuktikan bahwa virus itu merupakan penyebab AIDS.

Satu tahun kemudian, pada 1984, Robert Gallo dari AS juga meneliti virus penyebab AIDS yang disebut HTLV-III. Tahun 1986 disimpulkan bahwa kedua jenis virus itu adalah penyebab HIV, sehingga dinamakan virus HIV-1. Sejak saat itu makin banyak ditemukan jenis-jenis virus lain di negara lainnya. Tetapi, tampaknya ada kesamaan bahwa sebagai "makhluk baru", berbagai jenis virus itu merupakan pengembangan dari virus yang semula biasa hidup dalam tubuh binatang sejenis primata, simpanse, monyet atau sejenis itu. Virus itu, dalam bahasa sederhana, mengalami perubahan atau "modernisasi" dan rupanya lebih suka hidup melalui proses "yang menyenangkan" pada tubuh manusia.

Proses menyenangkan itu terjadi karena "kesenangan hidup" melalui hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan dengan berganti-ganti pasangan. Lebih dari sepuluh tahun pertama sejak ditemukannya virus tersebut, penularannya melalui proses itu berkisar 70-80 persen. Sisanya terjadi melalui hubungan homoseksual, tetapi karena tampak aneh, maka berita tentang hubungan homoseksual itu mencuat lebih nyaring.

Pada periode lebih lanjut, penularan HIV/AIDS terjadi karena penggunaan narkoba yang dilakukan dengan suntikan beramai-ramai tanpa mengganti jarum suntiknya. Proses melalui jarum suntik itu karena virus HIV menular langsung melalui darah sehingga kalau disuntikkan ke dalam darah, maka virus itu langsung akan mengikutinya. Ada juga yang ditularkan dari seorang ibu kepada bayinya melalui proses modern, yaitu pada saat dilakukan operasi pada ibu penderita HIV yang melahirkan dengan sistem operasi.

Cara penularan lain adalah melalui penyaluran semen, sekresi vagina, dan ASI. Oleh karena itu, perempuan yang menderita HIV dapat saja menularkan virusnya melalui hubungan seksual kepada seorang lelaki dan selanjutnya menularkannya kepada perempuan lain yang berhubungan dengan lelaki yang telah tertular. Seorang ibu penyandang virus dapat pula menularkan kepada anaknya melalui ASI yang diberikan kepada anaknya. Oleh karena itu, seorang ibu penyandang HIV umumnya tidak dianjurkan untuk memberikan ASI kepada anaknya.

Negara-negara berkembang yang umumnya miskin menjadi wahana yang sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Biarpun mulainya dari Afrika, tetapi negara seperti Thailand dan Asia lainnya, termasuk Indonesia, menjadi ajang penularan HIV yang sangat subur.

Tanda-tanda awal dari seseorang penderita HIV tidak gampang untuk diketahui secara dini. Masa inkubasi virus itu termasuk lamban. Bisa 10-15 tahun baru ketahuan. Lebih-lebih bagi seseorang yang mempunyai daya tahan tinggi, dalam kurun waktu itu kadang belum terlihat tanda-tandanya. Padahal, selama masa itu seseorang telah dengan mudah memindahkan virus itu dari dirinya kepada orang lain melalui berbagai metode "yang menyenangkan" itu berupa hubungan seksual berganti-ganti dan penggunaan jarum suntik untuk menikmati narkoba.

Pada peringatan Hari HIV/AUDS Sedunia, para aktivis bergerak cepat mengingatkan kita semua agar berhati-hati dan berusaha keras menghindari kenikmatan yang bisa membawa malapetaka. Malapetaka itu bisa menimpa kepada anak, istri, dan kerabat yang tidak berdosa hanya karena ingin menikmati kenikmatan yang membawa celaka. Selamat bekerja keras membangun bangsa tanpa HIV/AIDS. ***

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7170