6 Sampai 8 Juta Lelaki Indonesia Rutin ke Pelacuran
Tanggal: Monday, 03 December 2012
Topik: Narkoba


Berita Satu, 01 Desember 2012

UNAIDS menyatakan jika tidak ada terobosan baru maka diperkirakan akan ada 76.000 infeksi HIV baru di Indonesia setiap tahunnya.

Penyebaran HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya di Indonesia akan semakin tidak terkendali karena semakin berkurangnya kesadaran laki-laki untuk menggunakan kondom. Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan fakta yang diungkap Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi, ada enam sampai delapan juta pria di Indonesia yang rutin membeli seks dari pekerja seks komersial.

Perkiraan lonjakan jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia juga diprediksi The Joint United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS). UNAIDS mencatat pada 2007 lalu total pengidap HIV/AIDS diprediksi sudah mencapai sekitar 270.000 orang. Angka ini melonjak tajam pada 2011, yang diprediksi UNAIDS sudah mencapai 500.000. Mereka menyatakan jika tidak ada terobosan baru maka diperkirakan akan ada 76.000 infeksi HIV baru di Indonesia setiap tahunnya.

"Sayangnya prediksi itu betul sekali, kalau semua pria yang pergi ke pelacuran tidak mau pakai kondom akan ada banyak sekali infeksi per tahun," kata Nafsiah, dalam jumpa pers jelang perayaan hari AIDS se-dunia 1 Desember, di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (30/11).

Nafsiah memaparkan dalam empat tahun terakhir ini jumlah penggunaan kondom menunjukkan penurunan. Pada pria berisiko tinggi, yaitu pria heteroseksual yang sering melakukan hubungan seks tidak aman dan mengunjungi lokalisasi, hanya tiga persen yang mengaku menggunakan kondom secara teratur setiap berhubungan.

"Data menunjukkan sampai dengan September 2012 hanya 12 persen infeksi HIV baru yang disebabkan pemakaian jarum suntik, 81,2 persen di antaranya disebabkan hubungan seks heteroseksual yang tidak aman, bayangkan betapa berbahayanya bagi Indonesia," ungkap Menkes.

Ditambahkan Menkes, akibat prilaku seksual tidak aman yang dilakukan kaum lelaki itu semakin banyak ibu rumah tangga yang tertular HIV dari suaminya. Ibu-ibu yang tertular HIV ini, lanjut dia, juga berpotensi menurunkan penyakit tersebut kepada anaknya. Faktanya, sampai dengan bulan September lalu, Kemenkes sudah menerima 1.103 kasus AIDS pada wanita dan 150 kasus AIDS pada anak pada tahun ini saja.

Menkes mengungkapkan beberapa negara seperti Thailand, India, dan Kamboja, sukses menekan infeksi baru HIV/AIDS karena keterbukaan dalam kampanye penggunaan kondom bagi kelompok berisiko tinggi. Sayangnya, lanjut dia, pola seperti itu masih banyak mendapat kecaman bila diterapkan di Indonesia. "Kenapa mereka berhasil? karena pemerintahnya mewajibkan penggunaan kondom, di sini bicara kondom saja dimarahin," sesal dia.

Menurut Nafsiah, saat ini Indonesia telah menghabiskan US$65 juta per tahun untuk pengobatan pasien HIV/AIDS, namun para ahli memerkirakan di tahun 2020 Indonesia akan menghabiskan US$220 juta untuk pengobatan HIV/AIDS. Dengan kondisi sekarang, lanjut dia, sangat tidak mungkin Indonesia bisa mencapai target Millennium Development Goal di bidang penurunan infeksi baru HIV. "Mimpi saja bisa mencapai terget MDG enam, tidak akan mungkin, penggunaan kondom menurun, sementara jumlah orang ke pelacuran meningkat," tukas dia.

Mengacu kondisi tersebut, wajar saja Menkes terkesan kesal menanggapi kontroversi sosialisasi penggunaan kondom untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, terutama di kalangan pemuka agama. Dia malah balik menyindir sebaiknya para pemuka agama lebih fokus dalam memperkuat iman para lelaki ketimbang melarang penggunaan kondom.

"Tugas agama adalah mencegah supaya orang tidak melakukan perilaku berisiko dan kuat imannya, tetapi kalau orang tersebut tidak mematuhi agamanya maka tugas kita di hilir adalah untuk mencegah bagaimana dia tidak kena penyakit," tandasnya.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7175